Saya memulai hidup ini dengan menulis puisi dan cerita pendek, kemudian jadi wartawan, jadi pengelola media massa, jadi creative writer untuk biro iklan, jadi konsultan media massa, dan jadi pengelola data center untuk riset berbasis media massa. Saya akan terus bekerja dan berkarya dengan sesungguh hati, sampai helaan nafas terakhir. Karena menurut saya, dengan bekerja, harga diri saya terjaga, saya bisa berbagi dengan orang lain, dan semua itu membuat hidup ini jadi terasa lebih berarti.
Membangun brand dan menjadi trend. Itulah persaingan yang tiada henti, di industri musik di platform digital. Brand Trio Macan generasi pertama, bertahan 10 tahun. Generasi kedua, bertahan 7 tahun. Generasi ketiga, kedodoran. Mampukah generasi ke-4 melejit ke langit?
Minggir-Minggir, Tancap Gas

Trio Macan Gen-Z di-launching pada Kamis, 30 April 2026 lalu. Dengan single "Minggir-Minggir," tiga penyanyi [Ghea, Intan, dan Helen] langsung menggebrak sebagai generasi ke-4 Trio Macan. "Semoga mereka bisa melanjutkan sukses Trio Macan di industri musik dangdut Indonesia," ujar Agi Sugiyanto, CEO ProAktif Musik, owner brand Trio Macan.
Di sebuah resto di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Ghea, Intan, dan Helen menunjukkan kebolehan mereka dalam atraksi panggung yang mengesankan. Lentur, kompak, dan tentu saja include goyang seksi -- salah satu kekhasan Trio Macan sejak generasi pertama, tahun 2003.
Pada Kamis, 30 April 2026 lalu itu, tepat pukul 14:00 WIB, single "Minggir-Minggir" secara resmi ditayangkan di kanal YouTube Musik Proaktif. Platform digital, terutama YouTube, memang menjadi prioritas utama ProAktif Musik untuk menjangkau publik secara luas.
Ghea, Intan, dan Helen yang kini menyandang brand Trio Macan Gen-Z, merupakan generasi ke-4 Trio Macan, yang dirintis oleh Agi Sugiyanto sejak tahun 2003. Ketiga penyanyi ini, juga dijaring melalui mekanisme digital. Penjaringan dimulai sejak 7 bulan lalu, diikuti oleh lebih dari 100 peserta, dari berbagai penjuru tanah air.
Dengan semakin terbukanya akses digital, juga semakin leluasanya publik menggunakan media sosial, mekanisme penjaringan tersebut telah menjelma menjadi saluran pencari bakat. Sekaligus, membuka ruang bagi bibit-bibit penyanyi di industri musik.
Agi Sugiyanto menuturkan, "Ada 5 penyanyi yang berhasil masuk ke babak final. Mereka digembleng di Jakarta, hingga akhirnya terpilih Ghea, Intan, dan Helen yang berhak menyandang brand Trio Macan." Seleksi ketat dilakukan, karena diharapkan mereka mampu menyandang beban popularitas yang pernah diraih generasi Trio Macan sebelumnya.
Grup dangdut Trio Macan generasi pertama, adalah Lia, Chacha, dan Dara. Mereka selama 10 tahun malang-melintang di industri musik Tanah Air, yang salah satu hits mereka adalah lagu SMS.
Kemudian, Trio Macan generasi kedua, dengan formasi Lia Amelia, Iva Lola, dan Chacha Sherly. Formasi ini bertahan sekitar 7 tahun, dengan salah satu hits mereka adalah lagu Iwak Peyek.
Trio Macan generasi ketiga, dengan formasi Elok, Nanda, dan Vira. Agi Sugiyanto mengakui, generasi ketiga ini tidak berhasil melampaui popularitas generasi pertama dan kedua. Sebagaimana kita tahu, lagu hits SMS dan Iwak Peyek, sangat populer, bahkan hingga kini masih dinyanyikan orang.
Dari Jawa Timur, Siasat Mengulang Sukses
Trio Macan generasi pertama, Lia, Chacha, dan Dara, berasal dari Jawa Timur. Obsesi Agi Sugiyanto untuk mengulang sukses serupa, juga dengan mengandalkan tiga penyanyi dangdut [Ghea, Intan, dan Helen] yang ketiganya berasal dari kawasan Jawa Timur.
Ghea dari Mojokerto, Intan dari Banyuwangi, dan Helen dari Gresik. Agi Sugiyanto menilai, ketiga penyanyi ini memiliki keinginan serta daya juang untuk meningkatkan kompetensi mereka. "Daya juang untuk terus maju itu, penting. Dengan demikian, mereka bisa diharapkan terus dan terus berkembang," lanjut Agi Sugiyanto.
Selain ketiganya berasal dari kawasan Jawa Timur, Agi Sugiyanto juga memanfaatkan momen trend "musik Indonesia bagian Timur" yang dipicu oleh lagu Tabola Bale. Bahkan, arranger musik Chito Deona, yang menangani Tabola Bale, direkrut Agi Sugiyanto untuk menangani musik Minggir-Minggir ini.
Kita tahu, lagu Tabola Bale yang dibawakan oleh Silet Open Up (feat. Jacson Zeran, Juan Reza, dan Diva Aurel) mulai hits dan viral, sejak dirilis pada 3 April 2025. Puncak popularitasnya terjadi pada Agustus 2025, ditandai dengan performanya di Istana Merdeka pada perayaan HUT ke-80 RI.
Gema lagu Tabola Bale, memang masih terasa sampai sekarang, meski sesungguhnya sudah cenderung menurun popularitasnya. Mendengar lagu Minggir-Minggir yang dinyanyikan Ghea, Intan, dan Helen, dengan cepat publik akan tahu, bahwa ruh Tabola Bale ada di sana.
Untuk menjadi populer, tentu bukan hanya lagu. Aksi panggung Ghea, Intan, dan Helen, tentu hal yang juga patut diperhitungkan. Mereka bertiga sangat lincah, karena ketiganya memiliki basis yang sama, yaitu sama-sama menjadi model dan penyanyi.
Jakarta, 2 Mei 2026