Di bangku sekolah kita pernah tertawa,
Membawa buku, pena, dan mimpi sederhana,
Tak pernah tahu rasa akan ikut hadir,
Diam-diam tumbuh tanpa kita sadar.
Di sela waktu dan suara bel berbunyi,
Ada tatap yang sulit tuk dimengerti,
Cinta datang tanpa pernah diundang,
Mengisi hati yang masih bimbang.
Kita simpan rasa dalam diam,
Tak berani mengungkapkan semua harapan,
Hanya senyum yang jadi perantara,
Walau hati penuh tanda tanya.
Namun tak semua kisah berakhir indah,
Ada luka yang perlahan menyapa,
Harapan jatuh tanpa arah,
Meninggalkan kenangan yang tak biasa.
Air mata pernah jadi saksi,
Saat hati belajar mengerti,
Bahwa cinta tak selalu memiliki,
Dan perpisahan adalah bagian dari arti.
Kini semua tinggal cerita,
Tentang kita di masa yang berbeda,
Tawa dan luka jadi satu,
Menghias kenangan yang tak berlalu.
Bangku sekolah jadi saksi bisu,
Tentang cinta pertama yang dulu,
Walau perih pernah menyentuh,
Namun kenangan itu tetap utuh.