Saya memulai hidup ini dengan menulis puisi dan cerita pendek, kemudian jadi wartawan, jadi pengelola media massa, jadi creative writer untuk biro iklan, jadi konsultan media massa, dan jadi pengelola data center untuk riset berbasis media massa. Saya akan terus bekerja dan berkarya dengan sesungguh hati, sampai helaan nafas terakhir. Karena menurut saya, dengan bekerja, harga diri saya terjaga, saya bisa berbagi dengan orang lain, dan semua itu membuat hidup ini jadi terasa lebih berarti.
Klub Bina Taruna FC, langsung menjebol gawang klub PSF Academy di menit ke-6. Padahal, laga berlangsung di kandang PSF. Ini pelajaran penting di Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026.
Lengah Setelah Peluit Ditiup

Bermain di kandang sendiri, tidak menjadi jaminan bakal tampil sebagai pemenang. Itulah yang terjadi pada Sabtu, 6 Juni 2026 lalu, ketika klub PSF Academy U-17 berhadapan dengan klub Bina Taruna FC U-17 di lapangan rumput sintetis Pancoran Soccerr Field, Jakarta Selatan.
Kita tahu, Pancoran Soccerr Field adalah kandang PSF Academy. Klub yang diasuh oleh coach Supriyono tersebut, tiap pekan latihan di sana. Itu home base mereka. Dapat dipastikan, para pemain sudah mengenal betul karakter lapangan.
Nyatanya, di laga pada Sabtu, 6 Juni 2026 lalu itu, justru PSF Academy yang kebobolan duluan. Adalah Reezer Muhammad Delmora bernomor punggung 8, yang dengan sukses menjebol gawang PSF Academy, yang dijaga oleh Fally bernomor punggung 1.
Itu gol tragis bagi PSF Academy. Pertama, karena PSF bermain di kandang sendiri. Kedua, karena gol itu dicetak pemain gelandang Bina Taruna, di menit ke-6 babak pertama. Agaknya, di menit-menit awal tersebut, pasukan PSF Academy belum konsentrasi full, karena merasa bermain di lapangan sendiri.
Sebaliknya, para pemain Bina Taruna asuhan pelatih kepala Elga Renaldi, sudah siaga penuh, bahkan sebelum wasit meniup peluit. Mereka langsung gaspol, mendayagunakan energi yang masih melimpah. Suhu di lapangan sintetis 2 itu, tercatat 32 derajat Celsius. Padahal, baru pukul 10 pagi.
Karena bermain di kandang sendiri, kepercayaan diri PSF Academy, tak langsung goyah. Tamparan di menit ke-6 tersebut, langsung mereka balas di menit ke-21. Adalah Rafi bernomor punggung 28, yang menjadi eksekutor gol balasan tersebut.
Hingga babak pertama usai, kedudukan tetap 1-1. Panas kian menyengat. Energi pemain kedua kesebelasan, benar-benar terkuras. Di babak kedua, baik Bina Taruna, maupun PSF Academy, melakukan sejumlah pergantian pemain.
Pembinaan Secara Menyeluruh