Isson Khairul
Isson Khairul Jurnalis

Saya memulai hidup ini dengan menulis puisi dan cerita pendek, kemudian jadi wartawan, jadi pengelola media massa, jadi creative writer untuk biro iklan, jadi konsultan media massa, dan jadi pengelola data center untuk riset berbasis media massa. Saya akan terus bekerja dan berkarya dengan sesungguh hati, sampai helaan nafas terakhir. Karena menurut saya, dengan bekerja, harga diri saya terjaga, saya bisa berbagi dengan orang lain, dan semua itu membuat hidup ini jadi terasa lebih berarti.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Bina Taruna Langsung Jebol Gawang

9 Juni 2026   18:02 Diperbarui: 9 Juni 2026   19:16 245 4 0


Klub Bina Taruna FC, langsung menjebol gawang klub PSF Academy di menit ke-6. Padahal, laga berlangsung di kandang PSF. Ini pelajaran penting di Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026.

Lengah Setelah Peluit Ditiup  

Bina Taruna Vs PSF Academy di Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026. Foto: Isson Khairul
Bina Taruna Vs PSF Academy di Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026. Foto: Isson Khairul

Bermain di kandang sendiri, tidak menjadi jaminan bakal tampil sebagai pemenang. Itulah yang terjadi pada Sabtu, 6 Juni 2026 lalu, ketika klub PSF Academy U-17 berhadapan dengan klub Bina Taruna FC U-17 di lapangan rumput sintetis Pancoran Soccerr Field, Jakarta Selatan.

Kita tahu, Pancoran Soccerr Field adalah kandang PSF Academy. Klub yang diasuh oleh coach Supriyono tersebut, tiap pekan latihan di sana. Itu home base mereka. Dapat dipastikan, para pemain sudah mengenal betul karakter lapangan.

Nyatanya, di laga pada Sabtu, 6 Juni 2026 lalu itu, justru PSF Academy yang kebobolan duluan. Adalah Reezer Muhammad Delmora bernomor punggung 8, yang dengan sukses menjebol gawang PSF Academy, yang dijaga oleh Fally bernomor punggung 1.

Itu gol tragis bagi PSF Academy. Pertama, karena PSF bermain di kandang sendiri. Kedua, karena gol itu dicetak pemain gelandang Bina Taruna, di menit ke-6 babak pertama. Agaknya, di menit-menit awal tersebut, pasukan PSF Academy belum konsentrasi full, karena merasa bermain di lapangan sendiri.

Sebaliknya, para pemain Bina Taruna asuhan pelatih kepala Elga Renaldi, sudah siaga penuh, bahkan sebelum wasit meniup peluit. Mereka langsung gaspol, mendayagunakan energi yang masih melimpah. Suhu di lapangan sintetis 2 itu, tercatat 32 derajat Celsius. Padahal, baru pukul 10 pagi.

Karena bermain di kandang sendiri, kepercayaan diri PSF Academy, tak langsung goyah. Tamparan di menit ke-6 tersebut, langsung mereka balas di menit ke-21. Adalah Rafi bernomor punggung 28, yang menjadi eksekutor gol balasan tersebut.

Hingga babak pertama usai, kedudukan tetap 1-1. Panas kian menyengat. Energi pemain kedua kesebelasan, benar-benar terkuras. Di babak kedua, baik Bina Taruna, maupun PSF Academy, melakukan sejumlah pergantian pemain.

Pembinaan Secara Menyeluruh

Meski sudah dilakukan sejumlah pergantian pemain, performa Bina Taruna dan PSF Academy, sama-sama kedodoran di babak kedua. Akibatnya, pola permainan tidak berkembang. Seolah taktik strategi yang diinginkan masing-masing pelatih, tidak dieksekusi oleh para pemain di lapangan.

Hasrat individual pemain, mengalahkan konsep team work, yang sesungguhnya menjadi basis permainan sepak bola. Komunikasi antar pemain di kedua kesebelasan tersebut, kacau. Operan bola seringkali tak terarah, karena konsentrasi para pemain cenderung sudah menurun.

Hal lain yang juga menonjol di babak kedua ini adalah benturan antar pemain. Kalau dirata-rata, cukup banyak waktu terbuang, karena pemain terjatuh dan bola ditendang ke luar lapangan tanpa arah. Artinya, efektivitas permainan, belum maksimal. Hingga pertandingan usai, 2 kali 35 menit, kedudukan tetap 1-1.

Kompetisi pembinaan Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026 ini, masih panjang. Masih sangat banyak waktu bagi ke-16 klub peserta, untuk terus membenahi para pemain. Laga Bina Taruna melawan PSF Academy ini, merupakan laga ke-2, dari total 127 pertandingan di rentang waktu Juni hingga November 2026 mendatang.

Yosef Erwiyantoro dari radiobola.co.id yang menjadi penyelenggara Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026 ini, berharap, tiap klub menjalani proses pembinaan secara menyeluruh. Ia menyebut, "Liga ini dirancang, agar tiap klub di tiap Sekolah Sepak Bola (SSB) di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi mendapatkan kesempatan untuk berkembang secara progresif."

Kita tahu, ada cukup banyak SSB yang bertumbuh di kawasan Jabodetabek. 16 klub dari 16 SSB di antaranya, menjadi peserta Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026 ini. Sejauh ini, belum ada kompetisi yang skala serta intensitasnya seperti liga ini.

Atas pertimbangan itulah Pramono Anung selaku Gubernur DKI Jakarta, mendukung penuh Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur, yang mulai digulirkan tahun 2025 lalu. Di kesempatan itu, Pramono Anung mencanangkan Jakarta Kota Bola, dalam konteks mewadahi tunas-tunas bangsa untuk mengembangkan potensi diri masing-masing, melalui sepak bola.

Dalam konteks penyelenggaraan Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur ini, radiobola.co.id berkolaborasi dengan I Gede Widiade, selaku owner Pancoran Soccerr Field. Kolaborasi dilakukan dengan banyak pihak. Antara lain, dengan Bank Jakarta dan PAM Jaya, yang berada di lingkup DKI Jakarta.

Di momen kompetisi pembinaan yang tengah berlangsung, Yosef Erwiyantoro terus mengundang para pihak untuk berkolaborasi menjadi bagian dari pembinaan tunas-tunas bangsa melalui sepak bola. Kolaborasi yang dilandasi kebersamaan untuk sama-sama membangun ekosistem persepakbolaan di DKI Jakarta.

Jakarta, 9 Juni 2026

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2