Isson Khairul
Isson Khairul Jurnalis

Saya memulai hidup ini dengan menulis puisi dan cerita pendek, kemudian jadi wartawan, jadi pengelola media massa, jadi creative writer untuk biro iklan, jadi konsultan media massa, dan jadi pengelola data center untuk riset berbasis media massa. Saya akan terus bekerja dan berkarya dengan sesungguh hati, sampai helaan nafas terakhir. Karena menurut saya, dengan bekerja, harga diri saya terjaga, saya bisa berbagi dengan orang lain, dan semua itu membuat hidup ini jadi terasa lebih berarti.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

PSF Academy Babak Belur, Bina Mutiara Mantapkan Posisi

23 Juni 2026   10:51 Diperbarui: 23 Juni 2026   10:51 87 4 0

Klub Bina Mutiara FC memantapkan posisi sebagai pemuncak Grup Merah. Sementara, klub PSF Academy, berada di ranking ke-7 dari 8 kesebelasan di grup tersebut. Itulah rekap Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026 hingga pekan kedua. Laga masih terus berlanjut sampai November mendatang.

Tragedi Regenerasi PSF Academy

PSF Academy dan Bina Mutiara berlaga di lapangan rumput sintetis Pancoran Soccerr Field, Jakarta Selatan. Foto: Isson Khairul
PSF Academy dan Bina Mutiara berlaga di lapangan rumput sintetis Pancoran Soccerr Field, Jakarta Selatan. Foto: Isson Khairul

Secara nama, klub PSF Academy dan klub Bina Mutiara FC, sama-sama familiar di jagat sepak bola Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Tapi, di laga Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026, pada Sabtu, 20 Juni 2026 lalu, performa PSF Academy seolah klub pemula yang baru berdiri.

Betapa tidak. Klub itu bermarkas di Pancoran Soccerr Field, Jakarta Selatan. Sehari-hari, klub itu latihan di sini. Pelatih dan para pemain tentulah sangat memahami karakteristik lapangan sintetis 2 tempat laga ini berlangsung.

Nyatanya, PSF Academy dicukur gundul 0-4 oleh Bina Mutiara. Gol pertama dicetak Zulfikar Setia di menit ke-25. Kemudian, Muhammad Feroz mencetak gol ke-2 di menit ke-52 dan menjebol kembali gawang PSF Academy untuk gol ke-3 di menit ke-58. Lalu, Athaya Bintang menggenapkan kemenangan dengan gol ke-4 di menit ke-63.

Dalam konteks pembinaan, semua itu merupakan tragedi regenerasi dalam klub PSF Academy. Di partai ke-10 pekan kedua Liga Jakarta U-17 tersebut, pemain yang diturunkan, sesungguhnya belum layak untuk menyandang nama PSF Academy.

Sejak awal, serangan PSF Academy ke gawang Bina Mutiara, dilakukan secara sporadis. Berkali-kali, kandas. Serangan demi serangan itu, nyaris tak berpola. Bersifat individual. Bukan berbasis kerja sama. Tidak mencerminkan taktik strategi. Akibatnya, tak satu pun membuahkan gol.

Akibat lanjutannya, pasukan Bina Mutiara yang kental kerjasamanya, leluasa mengembangkan permainan. Mereka mengecoh PSF Academy di sayap kiri dan kanan. Dengan bola-bola pendek, para pemain Bina Mutiara menerobos cepat ke gawang PSF Academy.

Di 35 menit babak pertama, pemain PSF Academy masih berupaya mengejar pola permainan cepat Bina Mutiara. Tapi, di 35 menit babak kedua, PSF Academy sudah tak berdaya. Sudahlah lemah secara taktik strategi, secara stamina pun, mereka tak kuasa untuk mengimbangi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2