Saya memulai hidup ini dengan menulis puisi dan cerita pendek, kemudian jadi wartawan, jadi pengelola media massa, jadi creative writer untuk biro iklan, jadi konsultan media massa, dan jadi pengelola data center untuk riset berbasis media massa. Saya akan terus bekerja dan berkarya dengan sesungguh hati, sampai helaan nafas terakhir. Karena menurut saya, dengan bekerja, harga diri saya terjaga, saya bisa berbagi dengan orang lain, dan semua itu membuat hidup ini jadi terasa lebih berarti.
Laga seru BTC lawan Pemuda Jaya, asyik untuk ditonton. Kedua klub saling serang secara efektif. Masing-masing dapat 1 kartu kuning, penanda mereka mampu mengendalikan diri di lapangan.
Laga Saling Respect

Baru di menit ke-46 babak kedua, Rafka Adilanur berhasil menjebol gawang Pemuda Jaya FC. Itu menjadi satu-satunya gol di laga partai ke-16 pekan kedua Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026 ini. Pada Minggu, 21 Juni 2026 itu, suhu lapangan sintetis Pancoran Soccerr Field, Jakarta Selatan, di kisaran 33-35 derajat Celsius.
Lumayan panas, tapi klub BTC dan klub Pemuda Jaya, sama-sama menyuguhkan permainan yang asyik untuk ditonton. Kedua kesebelasan saling menyerang, dengan taktik strategi masing-masing. Meski tiap serangan berhasil dipatahkan lawan, namun tak nampak tanda-tanda frustrasi.
Nyaris tak ada yang membuang-buang bola ke luar lapangan. Ini tentu saja menggembirakan, sebagai penanda bahwa BTC dan Pemuda Jaya sama-sama mampu mengendalikan diri di lapangan. Mereka saling respect, saling menunjukkan skill bermain bola.
Dari realitas di lapangan, tercermin bahwa proses pembinaan di kedua klub ini, sudah berjalan baik. Dengan catatan, skill mereka masih harus ditingkatkan, untuk mendapatkan performa yang lebih jos. Antara lain, dalam hal penyelesaian kemelut di kotak penalti, yang beberapa kali terjadi.
Dan, baru di menit ke-46 itulah yang membuahkan gol bagi BTC. Kedudukan 1-0 untuk BTC itu, bertahan hingga pertandingan usai. Di laga sebelumnya, di partai ke-7 pekan pertama, pada Minggu, 7 Juni 2026 lalu, BTC kalah 0-1 oleh klub Putra Nusantara.
Dengan kemenangan 1-0 ini, BTC berada di ranking ke-4 klasemen sementara, diikuti Putra Nusantara ranking ke-5 dan Pemuda Jaya di ranking ke-6. Ini adalah selengkapnya klasemen sementara Grup Putih.
Secara keseluruhan, Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026 ini, diikuti oleh 16 klub peserta yang berasal dari seputar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Klub-klub tersebut dikelompokkan ke dalam 2 grup, yaitu 8 klub di Grup Merah dan 8 klub di Grup Putih. BTC, Pemuda Jaya, dan Putra Nusantara sama-sama berada di Grup Putih.
Ayo, Pemuda Jaya
Dalam konteks pembinaan, performa klub Pemuda Jaya, patut mendapat catatan khusus. Di musim Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur tahun 2025 lalu, Pemuda Jaya berhasil tampil di peringkat ke-6 dari 18 klub peserta. Reputasi yang demikian, belum tampak tahun 2026 ini.
Di pekan pertama, pada Minggu, 7 Juni 2026 lalu, Pemuda Jaya hanya mampu bermain imbang 0-0 lawan klub Bintang Ragunan. Padahal, tahun lalu, peringkat Bintang Ragunan jauh di bawah Pemuda Jaya. Fakta ini tentu patut dievaluasi oleh official klub yang bersangkutan.
Dalam hal kekalahan 0-1 dari BTC, Bagus Tristyanovan selaku Manajer Pemuda Jaya, menyebut, karena ada 6 pemain inti mereka yang tidak bisa diturunkan. Mereka dalam kondisi sakit, hingga tidak memungkinkan untuk diterjunkan ke lapangan pertandingan.
Artinya, Pemuda Jaya tidak tampil dengan kekuatan penuh, ketika berhadapan dengan BTC. Argumen Bagus Tristyanovan tersebut, tentu perlu diuji melalui laga di pekan-pekan mendatang. Secara total, Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026 ini masih akan berlangsung hingga November, yang secara keseluruhan meliputi 127 pertandingan.
Taufik Jursal Effendi, Wakil Ketua Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026, menggarisbawahi, betapa pentingnya kompetisi pembinaan ini bagi klub-klub usia muda. "Ini bukan hanya pembinaan untuk para pemain, tapi sekaligus pembinaan untuk seluruh manajemen klub," ujar Taufik, yang mencermati tiap pertandingan.
Ia mengingatkan, manajemen klub harus cermat mengelola para pemain usia muda. Di satu sisi, status mereka adalah pelajar, yang tentu saja memiliki sejumlah tugas-tugas sekolah. Di sisi lain, mereka adalah juga anggota klub sepak bola, dengan serangkaian jadwal latihan dan pertandingan.
Apa yang dialami Pemuda Jaya, yang 6 pemain inti mereka sakit secara bersamaan, mungkin juga bisa dialami oleh klub-klub lain. Hal tersebut tentu saja akan memengaruhi performa team. Jadi, kecermatan manajemen klub, juga berlaga di Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026 ini.
Jakarta, 25 Juni 2026