Isson Khairul
Isson Khairul Jurnalis

Saya memulai hidup ini dengan menulis puisi dan cerita pendek, kemudian jadi wartawan, jadi pengelola media massa, jadi creative writer untuk biro iklan, jadi konsultan media massa, dan jadi pengelola data center untuk riset berbasis media massa. Saya akan terus bekerja dan berkarya dengan sesungguh hati, sampai helaan nafas terakhir. Karena menurut saya, dengan bekerja, harga diri saya terjaga, saya bisa berbagi dengan orang lain, dan semua itu membuat hidup ini jadi terasa lebih berarti.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Tunas Betawi Menang, Meski Minim Latihan Bersama

8 Juli 2026   13:27 Diperbarui: 8 Juli 2026   13:27 79 3 0

Tunas Betawi jarang latihan bersama. Pemain inti Putra Sejati, tidak turun main. Untuk tampil dengan performa maksimal, kelalaian kedua klub tersebut, patut diantisipasi sebelum laga. Mari sungguh-sungguh melakukan pembinaan.

Latihan Bersama, Kunci Performa

Laga Putra Sejati lawan Tunas Betawi di Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026 di Pancoran Soccer Field, Jakarta Selatan. Foto: Isson Khairul
Laga Putra Sejati lawan Tunas Betawi di Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026 di Pancoran Soccer Field, Jakarta Selatan. Foto: Isson Khairul

Kemenangan, belum tentu memuaskan. Di laga ini, klub Tunas Betawi menang 2-1 atas klub Putra Sejati. Tapi, Jefri Maseri, selaku coach Tunas Betawi, belum puas dengan performa anak-anak asuhnya. Ia menilai, kerja sama antar pemain, masih lemah. Kekompakan sebagai team, belum terbentuk.

Dalam cuplikan pertandingan ini, kita bisa mencermati, pasukan Tunas Betawi seolah bermain sendiri-sendiri. Serangan ke gawang lawan dilakukan secara sporadis, tapi tidak menerapkan taktik strategi yang memadai, hingga serangan tidak terselesaikan dengan baik.

Jefri Maseri menyebut, salah satu penyebabnya adalah karena Tunas Betawi jarang latihan bersama. Di jadwal latihan, ada saja pemain yang tidak bisa hadir, dengan berbagai alasan. Akibatnya, latihan tidak maksimal. Tidak mungkin membangun chemistry suatu klub sepak bola, tanpa kelengkapan pemain.

Di sisi lain, Saarih selaku pelatih Putra Sejati, juga tidak puas dengan performa pasukannya. Ia mengungkapkan, salah satu penyebabnya adalah karena absennya sejumlah pemain inti Putra Sejati dalam laga ini. Artinya, mereka tidak tampil dengan kekuatan penuh.

Saarih tentu saja gemes mencermati laga ini. Ia menilai, setidaknya, ada dua peluang emas yang seharusnya bisa menjadi gol. Tapi, karena ketiadaan pemain inti, peluang emas tersebut terbuang sia-sia. Dengan kata lain, pemain inti yang dimaksud, tentulah para penyerang yang memiliki skill di atas pemain yang diturunkan saat ini.

Melalui cuplikan pertandingan ini, memang ada beberapa serangan Putra Sejati, yang gagal menjadi gol, karena berhasil dimentahkan oleh barisan belakang Tunas Betawi. Sebaliknya, beberapa kali serangan Tunas Betawi, juga menghadapi tantangan yang serupa.

Di laga ini, yang mencetak gol duluan adalah Salman Alfarizi dari Putra Sejati, pada menit ke-16. Keunggulan 1-0 itu, tentu saja menambah kepercayaan diri pasukan Saarih, sang pelatih. Tapi, hanya dalam satu tarikan nafas, Berlian Ananda Salim dari Tunas Betawi, langsung membalas kontan ke gawang Putra Sejati, pada menit ke-17.

Kedudukan menjadi sama, 1-1. Gol balasan di jeda 1 menit tersebut, menunjukkan bahwa Tunas Betawi sama sekali tidak kena mental, meski kebobolan duluan. Justru, Putra Sejati yang lengah terhadap serangan balik yang tiba-tiba. Mestinya, terus siaga satu, meski sedang di atas angin.

Klub Pemetik Kemenangan      

Memasuki pekan ke-3 Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026 ini, dalam klasemen sementara Grup Merah, posisi Putra Sejati sama sekali belum bergerak dari urutan paling bawah, dari 8 klub. Sementara, Tunas Betawi di pekan ke-3 ini, berada di ranking ke-2 dengan raihan 7 poin.

Satu-satunya poin yang diraih Putra Sejati adalah ketika klub tersebut bermain imbang 0-0 dengan klub Bina Taruna, pada pekan kedua, Sabtu, 20 Juni 2026 lalu. Perlu upaya yang lebih sungguh-sungguh, jika Putra Sejati hendak bangkit dari posisi paling bawah klasemen sementara Grup Merah.    

Mengacu kepada klasemen sementara itu, Putra Sejati sudah sepatutnya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pembinaan internal klub. Antara lain, meningkatkan skill individual serta chemistry kesebelasan. Karena, dalam 3 pekan berturut-turut, Putra Sejati belum pernah memetik kemenangan.

Yosef Erwiyantoro dari radiobola.co.id, yang menjadi penyelenggara Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026 ini, secara cermat memantau pergerakan klub demi klub, dari laga ke laga. "Liga ini kan wadah pembinaan, sekaligus menjadi parameter pembinaan di berbagai Sekolah Sepak Bola usia muda," ungkap Yosef Erwiyantoro.

Secara total, ada 16 klub dari 16 Sekolah Sepak Bola (SSB) yang menjadi peserta liga ini. SSB yang dimaksud, tersebar di seputar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Ke-16 klub tersebut dibagi menjadi 8 klub di Grup Merah dan 8 klub di Grup Putih.

Performa klub-klub yang berada di Grup Putih, nampak lebih unggul. Ada 5 klub di Grup Putih yang sudah memetik kemenangan, yaitu Batavia FC, Diklat ISA, Bintang Ragunan FC, BTC, dan Putra Nusantara.

Sementara, di Grup Merah, baru ada 4 klub yang sudah memetik kemenangan, yaitu Bina Mutiara FC, Tunas Betawi FC, Mavericks, dan Farama.

Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026 masih terus berlanjut hingga November mendatang. Masih banyak kemungkinan pergerakan. Tapi, setidaknya, dalam 3 pekan berjalan, kita sudah mulai bisa memetakan persaingan dari klub-klub yang dimaksud.

Jakarta, 8 Juli 2026

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2