Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025

Akhirnya kita sudah berkumpul semua di dalam perahu menikmati petualangan Berperahu di lautan. Cukup dag-dig-dug, secara kita masuk ke laut dengan perahu kecil. Tapi kita semua sudah mengenakan pelampung untuk safety first.
Setelah berdoa, mesin perahu dihidupkan oleh Mas Elon(sebut saja begitu. Bukan nama sebenarnya).
Perahu mulai melaju, dengan suara mesin yang menderu. Cukup halus mesinnya, tidak terlalu memekakkan telinga.

Sesekali berpapasan dengan perahu lain yang juga melaju di lautan. Petualangan yang menyenangkan dengan pemandangan laut yang indah.
Deru mesin perahu memecah keheningan, menimbulkan riak air yang menciprat dan bergulung. Kamipun berteriak penuh kegembiraan. Kapan lagi bisa mengarungi laut. Karungnya nggak akan cukup. Eh...bercanda! Hehehe...
Tak lama perahu melintasi pulau kecil yang berupa batu dan pepohonan.
Kata Mas Elon, pulau kecil itu namanya pulau watu dukun. Duh, jadi ingat situs watu dukun peninggalan Mpu Sindok di Ponorogo. Tapi ternyata tidak ada hubungannya.
Kata Mas Elon, pulau kecil itu dinamai Watu Dukun karena banyak orang yang datang ke situ untuk mencari wangsit nomor togel. Walah....
