Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025
Saat melintasi Watu dukun, laju perahu melambat, sehingga kita bisa memandang lebih jelas dan mengamati pelan-pelan.
Dari dekat hawa mistis menyeruak. Eh, nggak ding. Sejujurnya malah pulau kecil ini terlihat indah subur, menghijau.

Onggokan batu yang terpahat alami, berpadu dengan hijaunya pepohon, menghiasi air laut biru yang ikut memantulkan hijau daun.
Perahu tetap berjalan pelan sampai kami puas memandangi dan ngepoin pulau kecil itu dengan cermat. Kira-kira, di pulau itu ada apanya ya, hihihi..
Tapi kita tidak turun di sini, sebab tujuan kita memang cuma melintas dan melihat dari dekat pulau-pulau yang ada di tepi lautan berpasir putih ini.
Perahu kembali melaju untuk melintasi tempat lain yang perlu dikenal dan dikenang. Pelayaran ini harus memberikan pengalaman yang bermanfaat dan tak terlupakan.
"Itu pantai Simbaronce!" Mas Elon berteriak memberitahu. Dari kejauhan terlihat titik-titik kecil dan perahu yang juga baru lepas jangkar dari pantai Simbaronce.
Pantai ini masih sealur dengan pantai Karanggongso yang berpasir putih. Ternyata kita berlayar cukup jauh ke tengah laut jika melihat pantai Simbaronce terlihat kecil.

Pantai Simbaronce ini masih berhubungan dengan Pantai Karanggongso, karena masuk berada di dusun yang sama, yaitu Dusun Karanggongso, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.