Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025

Sore ini, Bu RT mengumumkan pada warga RT 11 untuk berkumpul di Musala untuk bersilaturahmi, berdoa dan berkumpul dalam acara Rajaban.
Acara kali ini disponsori oleh Bu Muhin dan Bu Ida yang menyediakan hidangan sederhana tapi Nikmatnya luar biasa. Buceng urap, telur, ayam, dan kelengkapan nya yang disantap bersama warga RT 11 setelah dilakukan doa bersama di Musala RT 11.
Kebersamaan dan kesadaran untuk mengingat hari istimewa di bulan Rajab, yaitu Isra' mi'raj.
Tradisi Rajaban dilakukan di bulan Rajab, teristimewa pada tanggal 27 Rajab, karena saat itu terjadi peristiwa besar bagi umat muslim, yaitu Isra' mi'raj. Terkadang hitungan bulan berdasarkan peredaran bulan ini justru kurang dipahami, dan lebih familiar dengan peringatan tahun baru 2026.

Dalam surat At Taubah ayat 36 termuat bahwa sesuai ketentuan Allah, bilangan bulan dalam 1 tahun ada 12, dan 4 di antaranya adalah bulan haram, yaitu: Zulqa'dah, Zulhijjah, Muharram, dan Rajab(quran.nu.or.id)
Bulan Rajab bukan sekadar pergantian kalender dalam Islam. Ia adalah salah satu dari empat Bulan Haram (bulan yang dimuliakan) sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an.
Kedatangannya sering dianggap sebagai "pintu gerbang" menuju Ramadan, sebelum sya'ban waktu di mana umat Islam mulai menyemai benih kebaikan.
Salah satu peristiwa paling monumental yang terjadi di bulan Rajab (tepatnya 27 Rajab) adalah Isra' Mi'raj.

Peristiwa ini dialami oleh Nabi Muhammad SAW pada periode Makkah, di saat beliau sedang mengalami masa kesedihan mendalam (Amul Huzni) setelah wafatnya istri tercinta, Sayyidah Khadijah, dan pamannya, Abu Thalib.
Perjalanan malam hari dari Masjidil Haram (Makkah) ke Masjidil Aqsa (Palestina) menggunakan Buraq.
Kenaikan Rasulullah SAW dari Masjidil Aqsa menuju Sidratul Muntaha (langit ketujuh) untuk menghadap Allah SWT.
Dalam perjalanan ini, Rasulullah melintasi ruang dan waktu yang tidak bisa dinalar secara empiris, membuktikan kekuasaan mutlak Allah SWT atas alam semesta.

Makna terdalam dari Isra' Mi'raj adalah pengukuhan status kehambaan dan risalah Nabi Muhammad SAW.
Namun, bagi umat Islam secara umum, peristiwa ini membawa "hadiah" yang menjadi tiang agama, yaitu Perintah Shalat Lima Waktu.
Awalnya, Allah memerintahkan shalat 50 kali sehari. Melalui proses dialogis yang penuh hikmah, jumlah tersebut diringankan menjadi 5 kali sehari, namun dengan nilai pahala yang setara dengan 50 kali. Ini menunjukkan kasih sayang Allah yang luar biasa kepada hamba-Nya.

Bulan Rajab memiliki kedudukan istimewa sebagai sarana "pemanasan" spiritual. Berikut adalah beberapa manfaat utama yang bisa dirasakan:
1. Penyucian Diri:
Rajab adalah bulan untuk memohon ampunan (Istighfar). Menghapus noda-noda dosa sebelum memasuki bulan Sya'ban dan Ramadan.
2. Melatih Kedisiplinan:
Melalui puasa sunnah dan shalat malam, umat Islam melatih ketahanan fisik dan mental.

3. Keberkahan Doa:
Terdapat riwayat bahwa doa di malam pertama bulan Rajab adalah salah satu doa yang tidak akan ditolak oleh Allah SWT.
Perpaduan antara kemuliaan bulan Rajab dan peristiwa Isra' Mi'raj memberikan pelajaran hidup yang sangat berharga:
1. Optimisme di Tengah Kesulitan:
Isra' Mi'raj terjadi saat Nabi sedang berduka. Ini mengajarkan bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan dan kemuliaan jika kita bersabar.
2. Pentingnya Shalat:
Shalat adalah "Mi'raj"-nya orang beriman. Jika Nabi naik ke langit untuk bertemu Allah, kita berkomunikasi langsung dengan Allah melalui salat kita.
3. Keseimbangan Dunia dan Akhirat:
Perjalanan dari satu masjid ke masjid lain (Isra') dan naik ke langit (Mi'raj) menyimbolkan bahwa seorang Muslim harus saleh secara sosial di bumi dan taat secara spiritual kepada langit.
Menurut seorang ulama besar,Imam Abu Bakr Al-Warraq:
"Rajab adalah bulan menanam, Sya'ban adalah bulan menyiram, dan Ramadan adalah bulan memanen."(alhudapeduliyatim.com)
Referensi:
https://quran.nu.or.id/at-taubah/36