Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025
Menggabungkan permainan dan kompetisi dalam kegiatan perkemahan bukan sekadar untuk mengisi waktu luang.
Aktivitas ini merupakan instrumen pembelajaran yang sangat efektif karena anak-anak belajar paling baik melalui pengalaman langsung (experiential learning).

Berikut adalah beberapa manfaat utamanya:
1. Pengembangan Keterampilan Sosial dan Kerjasama
Dalam perkemahan, sebagian besar kompetisi dilakukan dalam bentuk tim (regu). Ini akan merangsang anak untuk:
* Berkomunikasi secara efektif: Menyusun strategi bersama teman satu regu.
* Membangun empati: Belajar mendukung teman yang merasa kesulitan.
* Kepemimpinan: Memberikan kesempatan bagi anak untuk mengambil peran pemimpin atau belajar menjadi pengikut yang baik.
2. Membangun Ketahanan Mental (Resilience)
Kompetisi mengajarkan anak tentang menang dan kalah secara sehat.
* Sportivitas: Belajar menghargai lawan dan tetap rendah hati saat menang.
* Kegigihan: Ketika kalah dalam sebuah permainan, anak didorong untuk mencoba lagi atau memperbaiki cara mereka di tantangan berikutnya.

3. Stimulasi Fisik dan Motorik
Permainan luar ruangan biasanya melibatkan aktivitas fisik yang intens, seperti:
* Meningkatkan koordinasi tubuh (misalnya: kompetisi sepak bola mini).
* Melatih motorik kasar dan kebugaran jantung melalui gerakan aktif di alam bebas.
4. Aspek Kognitif dan Pemecahan Masalah
Banyak permainan perkemahan (seperti scavenger hunt atau sandi-sandi pramuka) menuntut anak untuk berpikir kritis, tapi dalam kompetisi sepak bola mini juga dituntut berpikir kritis menggiring bola dalam tempat terbatas dan strategi menghadapi lawan.

* Strategi: Memikirkan cara tercepat dan terefisien untuk menyelesaikan tugas.
* Kreativitas: Menggunakan peralatan yang terbatas di alam untuk mencapai tujuan permainan.
5. Meningkatkan Kepercayaan Diri
Berhasil menyelesaikan tantangan atau memenangkan kompetisi kecil memberikan rasa pencapaian (sense of accomplishment) pada anak. Hal ini sangat positif untuk membangun harga diri (self-esteem) mereka.