Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025

Seorang pendaki bernama Yazid Ahmad Firdaus (26 tahun) dilaporkan hilang saat melakukan pendakian di Bukit Mongkrang, Tawangmangu , Karanganyar, Minggu ( 18/1/2026).
Diinformasikan, Yazid bersama 4 rekannya melakukan pendakian pukul 06.30 dan sampai di puncak pukul 08.00. Tapi mereka berpisah di atas pos 3 dengan formasi pertama Salman, Cahya, survivor dan Riyan.
Salman dan Cahya menunggu di Basecamp, kemudian Riyan datang yang formasinya paling belakang. Karena Yazid seharusnya sudah sampai duluan, tapi belum tiba, akhirnya rekan-rekannya melaporkan hilang nya Yazid. Merilis kehilangan rekannya yang melakukan pendakian bersama.
Pencarian gabungan dilakukan sejak Senin(19/1/2026) hingga hari ini belum membuahkan hasil. Semoga survivor bisa ditemukan dalam kondisi sehat wal'afiat.

Upaya pencarian pendaki yang dilaporkan hilang di Bukit Mongkrang, kawasan lereng Gunung Lawu, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, kembali dilanjutkan pada Selasa (20/1/2026). Kali ini Tim gabungan menambah strategi dan metode pencarian setelah hasil hari sebelumnya masih nihil.
Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Hendro Prayitno, pencarian dilakukan sejak pukul 07.00 WIB dengan mengerahkan 10 search and rescue unit (SRU) dan sekitar 120 personel dari berbagai unsur.
Pencarian dilakukan pada titik rawan yang diprediksi dilalui survivor, meliputi jalur pos bayangan menuju Nguncup, jalur sungai Mranten dan sekitar pos 3 Bulut Mongkrang.

Penyisiran pelacakan jejak digital survivor melibatkan diskominfo Karanganyar untuk membantu melalui pelacakan sinyal ponsel, nomor telepon serta data aplikasi dan smart watch Yazid.
Mendengar Bukit Mongkrang, Aku langsung tertarik. Kenapa? Karena belum lama, Aku mencicipi pendakian di sini bersama suami dan teman-teman dari komunitas CAF Mampiro.
Jalur pendakian Bukit Mongkrang sebenarnya relatif aman, karena rutenya jelas dan pada hari libur cukup ramai pendaki. Bahkan di beberapa titik ada penjual makanan dan minuman. Tapi di saat seperti ini memang harus waspada cuaca ekstrem

Meski begitu jalurnya cukup licin karena Aku sendiri hampir terpeleset saat melakukan pendakian, sementara tidak ada tempat pegangan. Beruntung saat itu suasana ramai, sehingga banyak yang bersedia menolong, sehingga meski terpeleset, Aku tidak sampai jatuh.
Hingga hari ini, Rabu (21/1/2026) pukul 09.00, Yazid belum ditemukan, sementara kedua orang tua nya Sapto dan Rustriningsih masih setia menunggu di kaki Bukit Mongkrang.
Menurut pengakuan Ayah Yazid, putranya bukan pendaki pemula dan sudah biasa melakukan trail run.
Kedua nya terus berdoa sambil berharap kerja keras SRU membuahkan hasil. Merilis kehilangan dan berharap putranya berhasil ditemukan dalam kondisi sehat wal'afiat.
Semoga survivor Yazid Ahmad Firdaus segera ditemukan dalam kondisi sehat wal'afiat. Aamiin.