Isti  Yogiswandani
Isti Yogiswandani Lainnya

Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kehilangan dan Meninggalkan yang Terus Berulang: Kenapa Begitu?

25 Januari 2026   17:12 Diperbarui: 25 Januari 2026   18:46 241 11 2

Saatnya merilis kehilangan, meninggalkan dan ditinggalkan untuk berjumpa di lain waktu (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani))
Saatnya merilis kehilangan, meninggalkan dan ditinggalkan untuk berjumpa di lain waktu (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani))

Merilis kehilangan.

Kehilangan dan Meninggalkan, ini adalah saat yang tidak bisa dihindarkan. 

Setelah 2 hari satu malam, acara berakhir dan kita akan merasa kehilangan dan Meninggalkan peserta yang sudah seperti saudara untuk kembali ke daerah dan rumah masing-masing. 

Pagi tidak terlalu cerah, tapi kami semua sudah semangat beraktivitas sejak pagi untuk terakhir kalinya menikmati keindahan Wonolelo hill camp. 

Agak sayang sebenarnya, cuaca pagi yang mendung membuat keinginan kita menyambut matahari jadi gagal. Meski begitu, keindahan Wonolelo masih tetap bisa terekam. 

Keindahan Wonolelo yang harus ditinggalkan (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Keindahan Wonolelo yang harus ditinggalkan (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

Setelah selesai mengemasi barang dan mobil sudah siap meluncur, kami mulai mengambil dokumentasi terakhir dengan Selfi sepuasnya.

Tak lupa mengajak foto peserta lain sambil berpamitan. Sudah pukul 09.00 dan cuaca agak mendung. Kami bergegas agar tidak terjebak hujan di perjalanan. 

Berfoto dengan keluarga Om Anang dari Bumiayu(Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Berfoto dengan keluarga Om Anang dari Bumiayu(Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

Mungkin untuk siang hari rute lebih bersahabat karena jalan yang dilalui bisa terlihat jelas. Tapi saat hujan dan berkabut tentunya perjalanan lebih berat. Jadi untuk mengantisipasi cuaca, kami harus bergegas agar tidak terjebak hujan.

Usai berfoto untuk terakhir kalinya, kami berpamitan. Pada keluarga Om Anang dari Bumi ayu, terus Om yang dari Ungaran, Boyolali, Ponorogo, bahkan ada yang berasal dari Jambi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3