Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025

"Dek, mampir pasar Nggak? Tanya suamiku saat Patung Pendowo sudah terlewati.
"Boleh! Mau cari clorot. Lama tidak makan clorot!" Jawabku antusias.
Kebetulan sekali, hari pasaran pasar Krendetan, yang berlokasi di Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah ini hari Rabu dan Sabtu. Bertepatan dengan hari Aku pulang Madiun dari mudik ke Purworejo.
Suasana pasar tidak terlalu ramai, dan di dalam agak gelap. Tapi menemukan makanan yang Aku cari ternyata sangat mudah. Clorot, wajik, dan sengkulun adalah makanan khas daerah yang mudah ditemui di Purworejo. Meski begitu , mungkin ada daerah lain yang mengklaim kuliner ini sebagai makanan khas daerah nya.

Clorot adalah salah satu makanan khas dari daerah Purworejo. Mungkin juga ada daerah lain yang mengklaim nya dengan nama dumbeg.
Makanan ini cukup unik karena dibungkus daun kelapa atau janur yang dibentuk tabung yang berlapis-lapis dengan bagian bawahnya ada tangkainya yang bisa didorong sehingga kue clorot nya keluar dan bisa digigit untuk dinikmati. Bukan dengan membuka anyaman janurnya.

Clorot terbuat dari adonan santan, gula merah, tepung beras dan sedikit garam, yang dikukus dengan dimasukkan dalam anyaman janur sebagai wadahnya.
Rasanya manis kenyal dan legit. Di pasar Krendetan, satu ikat clorot berisi 10 buah, harganya 15 ribu rupiah.