Isti  Yogiswandani
Isti Yogiswandani Lainnya

Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Sengkulun, Clorot dan Wajik: Jajan Pasar Favoritku yang Bisa ditemui di Pasar Krendetan

28 Maret 2026   18:05 Diperbarui: 28 Maret 2026   18:31 188 8 3

Gula merah, sayuran dan sembako juga bisa ditemukan di sini. Banyak yang bisa dibeli, tapi kebetulan Aku sudah punya banyak, cuma lupa ingin beli gula merah. Setelah pergi jauh baru ingat. Duh..

Pedagang gula kelapa di pasar Krendetan (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Pedagang gula kelapa di pasar Krendetan (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

Kalau melewati Purworejo bagian Timur selatan dan pas hari pasaran bisa mampir di pasar ini karena lokasinya berada di pinggir jalan utama Purworejo - Jogjakarta. Dekat dengan tugu perbatasan jogja-Purworejo.

Makanan khas dan jajanan tradisional bukan sekadar pengganjal perut; mereka adalah elemen vital yang menggerakkan roda kehidupan masyarakat dari berbagai sisi.

 Berikut adalah peran strategisnya:

1. Pilar Identitas dan Budaya
Makanan tradisional adalah "sidik jari" suatu daerah. Ia menyimpan sejarah, filosofi, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan antar-generasi.
 -Simbol Ritual dan Tradisi: Banyak jajanan pasar yang memiliki makna filosofis. Misalnya, tumpeng yang melambangkan hubungan manusia dengan Tuhan, atau ketan yang melambangkan kerukunan (teksturnya yang lengket).
 -Kebanggaan Lokal: Kuliner menjadi wajah sebuah kota. Wisatawan seringkali mengenal suatu daerah justru melalui makanannya terlebih dahulu sebelum sejarahnya.
 -Pelestarian Warisan: Dengan tetap memproduksi dan mengonsumsi makanan khas, masyarakat secara otomatis menjaga resep dan teknik memasak kuno agar tidak punah ditelan zaman.

Pasar Krendetan (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Pasar Krendetan (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

2. Penggerak Perekonomian Rakyat
Sektor kuliner tradisional merupakan tulang punggung ekonomi mikro yang sangat tangguh.
 -Pemberdayaan UMKM: Produksi jajanan tradisional umumnya dilakukan oleh industri rumah tangga (home industry), yang membuka lapangan kerja bagi warga sekitar, terutama ibu-ibu.
 -Rantai Pasok Lokal: Pembuat makanan tradisional biasanya mengambil bahan baku (beras, gula jawa, kelapa, sayuran) langsung dari pasar lokal atau petani sekitar. Ini menciptakan perputaran uang yang tetap berada di lingkup komunitas tersebut.
 -Daya Tarik Wisata (Wisata Kuliner): Makanan khas menjadi magnet bagi wisatawan. Kehadiran sentra kuliner tradisional memicu munculnya usaha lain seperti penginapan, transportasi, dan toko oleh-oleh.

Pasar Krendetan (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Pasar Krendetan (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

3. Dinamika Kehidupan Sosial
Dalam kehidupan sehari-hari, makanan tradisional berfungsi sebagai "perekat" hubungan antar-warga.
 - Sarana Silaturahmi: Dalam pertemuan RT, pengajian, atau hajatan, sajian jajanan pasar menjadi pembuka percakapan. Tradisi berbagi makanan (seperti berkat atau hantaran) memperkuat ikatan persaudaraan.
 - Edukasi Gizi Alami: Banyak jajanan tradisional yang menggunakan bahan "real food" tanpa pengawet kimia berat, sehingga berperan dalam menjaga kebiasaan makan yang lebih alami dan sehat bagi keluarga jika dibandingkan dengan camilan ultra-proses modern.

Pasar Krendetan (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Pasar Krendetan (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

- Ruang Publik yang Hidup: Pasar tradisional atau pujasera yang menjual makanan khas menjadi ruang interaksi sosial di mana warga dari berbagai latar belakang bertemu dan berkomunikasi.

Kesimpulan:

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4