Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025

Sengkulun adalah makanan yang berbahan dasar tepung ketan, parutan kelapa, dan gula pasir. Kalau menurut pendapat ku, sengkulun adalah versi kukus dari kuliner wingko babat yang biasanya dibakar.
Di samping dikukus, sengkulun di atasnya ditaburi toping kelapa parut yang diberi warna, biasanya pink. Kelapa parut ini biasanya menempel pada adonan di bawahnya, sehingga menjadi satu kesatuan yang memperindah tampilan.
Di pasar Krendetan, saya dapatkan harga 40 ribu untuk 1 loyang sengkulun berbentuk lingkaran dengan diameter kira-kira 22 cm.

Wajik adalah makanan berbahan dasar beras ketan yang dimasak bersama gula dan santan sampai kalis. Kemudian dicetak dan didinginkan. Biasanya diiris berbentuk ketupat atau wajik.
Makanan ini bisa awet 3 hari kalau dimasak dengan betul sampai kalis dan karena rasanya yang manis.
Terkadang untuk menambah rasa gurih, saat memasaknya dimasukkan brambang goreng, atau cukup diberi garam secukupnya tergantung selera.
Di pasar Krendetan, wajik 1 loyang ditawarkan dengan harga 120 ribu rupiah. Tapi di penjual yang lain, akhirnya saya dapatkan harga 20 ribu rupiah untuk 1/4 nampan. Atau harga perkotaknya cuma 80 ribu rupiah.

Selain sengkulun, wajik dan clorot, di sini juga bisa ditemukan jajanan tradisional seperti jenang, krasikan, gadungan atau growol, lapis, tempe bentuk bacem, geblek, alen-alen, dan krimpying.