Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025
"Ada apa Te?" Saya bertanya pada Tante Etik
"Kita makan dulu di sini. Menunya lengkap. Tinggal pilih!"
"Oke!" Kami berenam masuk ke Rumah makan pecel Tumpang Khas Kediri Bu Beny.

Pecel tumpang adalah pecel dengan berbagai sayuran, dan disiram sambal tumpang. Sambal tumpang ini bahannya bukan dari kacang tanah, tapi dari tempe yang biasanya sudah agak semangit atau over matang direbus dan dihaluskan, kemudian dimasak dengan bumbu seperti cabe rawit, santan, bawang merah, bawang putih, kencur, garam gula.
Tambahkan juga daun jeruk, laos dan daun salam untuk memperkaya aroma. Bumbu ini dimasak sampai agak mengental seperti bumbu pecel.
Meski ini restoran pecel tumpang, kita justru memilih menu lain, karena di sini ada bermacam-macam sayuran dan lauk dengan aneka masakan berbeda yang bisa dipilih.

Suami pilih pepes dan sayur bening. Saya pilih sayur bening, sambal dan mangut salem, sementara Mas Mul, Om Kelik Tante Monik, dan Tante Etik juga memilih menu yang berbeda. Sepertinya favorit mereka trancam. Urap dengan sayuran mentah.
Setelah pilih menu, kita bawa dulu ke kasir untuk dibayar. Tapi kasirnya malah bertanya, " Ini rombongan yang mana, ya?"
Tante Etik yang berdiri di sampingku malah bilang," sama minumnya sekalian. Mau minum apa Te?"