Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kenangan Perjuangan Guru TIK Sampai ke DPR

27 April 2026   04:41 Diperbarui: 27 April 2026   04:49 285 7 5

Foto kenangan perjuangan guru tik/dokpri
Foto kenangan perjuangan guru tik/dokpri

Kisah Omjay kali ini tentang Perjuangan Guru TIK sampai ke gedung DPR. Kami bergerak Dari Ruang Kelas Hingga Gedung DPR Demi Masa Depan Pendidikan Digital. Saat itu pemerintah menghapus mata pelajaran TIK dalam kurikulum 2013. Aki Tri mengirimkan kembali foto kenangan kami bersama menteri pendidikan dan kebudayaan waktu itu.

https://youtu.be/U0GJXa778ao?si=N7tvTfJNq4x0KUFZ

Perjuangan guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Indonesia bukanlah kisah yang singkat dan mudah. Ia adalah perjalanan panjang yang penuh liku, dimulai dari ruang-ruang kelas sederhana hingga akhirnya menapaki lorong-lorong kekuasaan di Gedung DPR. 

Foto yang ditampilkan Wijaya Kusumah - omjay di Kompasiana berasal dari aki Tri di wa group pengurus Kogtik. Foto lama itu mengingat Omjay tentang sejarah perjuangan guru TIK.

Foto nersama m3ndikbid Anies Baswedan/dokpri
Foto nersama m3ndikbid Anies Baswedan/dokpri

Foto dari aki Tri yang ditampilkan menjadi saksi bisu sebuah momen bersejarah: ketika para guru TIK bersatu, melangkah bersama, dan menyuarakan aspirasi mereka langsung kepada pemangku kebijakan, termasuk Menteri Pendidikan saat itu, Mohammad Nuh.

Semua bermula ketika kebijakan penghapusan mata pelajaran TIK dari kurikulum nasional menimbulkan kegelisahan besar di kalangan guru. Banyak guru TIK merasa kehilangan peran, bahkan sebagian terancam kehilangan jam mengajar yang berdampak pada kesejahteraan mereka. Lebih dari itu, mereka melihat adanya potensi kemunduran dalam kesiapan generasi muda menghadapi era digital.

Bagi para guru TIK, mata pelajaran ini bukan sekadar soal mengoperasikan komputer. Ia adalah gerbang awal bagi siswa untuk memahami dunia digital, berpikir logis, hingga mengenal dasar-dasar coding dan literasi teknologi. Menghapus TIK sama saja dengan menutup sebagian pintu masa depan anak bangsa. Sekarang pelajaran TIK berganti nama menjadi Informatika.

Kesadaran inilah yang kemudian menyatukan para guru dari berbagai daerah. Dengan semangat gotong royong, mereka mengorganisir diri, berdiskusi, dan merumuskan langkah strategis. Tidak sedikit dari mereka yang rela mengorbankan waktu, tenaga, bahkan biaya pribadi untuk memperjuangkan hak mereka dan masa depan pendidikan Indonesia.

https://youtu.be/TokD_3R_Rn0?si=JtLlzu4OtfXRsxsW

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2