Opa Jappy Official
Opa Jappy Official Jurnalis

Pegiat Literasi Publik, Pro Life Indonesia, Digital Journalism, Pengelola Jakarta News dan Ruang Biblika Kompasiana

Selanjutnya

Tutup

Video

Video dan Esai "Pertempuran Tiada Akhir"

26 April 2026   18:58 Diperbarui: 26 April 2026   18:58 184 0 0

Public Service Announcement | Opa Jappy
Public Service Announcement | Opa Jappy



Anda adalah Garis Pertahanan


"Terhempas di Depan Pintu" membedah kenyataan pahit karena tidak peduli pada ancaman kejahatan kemanusiaan yang Dilakukan Predator Child Grooming. Banyak orang menilai Predator Child Grooming hanya sebagai sekadar diksi pada buku Psikologi Kriminal; padahal Penjahat terhadap Kemanusiaan itu telah menyusup ke ruang paling privat, mulai dari teras rumah, layar ponsel, hingga halaman sekolah.

Esensi dan modus utama kejahatan Predator Child Grooming adalah manipulasi psikologis, sosial, dan ekonomi. Penjahat Kemanusiaan itu  tak muncul dengan wajah menakutkan, melainkan memakai "senyum palsu, pemberian, serta tipu daya" yang dirancang untuk menjerat jiwa polos. Mereka membangun kedekatan emosional secara terencana; dan pada puncaknya melakukan tindak seksual (secara terus menerus atau terulang) pada korban.

Jika sudah mencapai tahap seperti itu, korban umumnya tak berani melaporkan (ke orang lain, termasuk Ayah dan Ibunya), karena adanya ancaman (dari Si Predator), ketakutan, serta tekanan psikologis lainnya. Jika terbongkar, itu hanya sedikit. Sehingga, bisa disebut, kasus-kasus Predator Child Grooming ibarat gunung es; hanya sedikit yang tampak di permukaan dari ribuan korban (di Indonesia, setiap tahun terjadi sekitar 18.000 kasus kekerasan seksual terhadap anak-anak, termasuk dengan modus Child Grooming).

Temuan-temuan yang didapat pada diri mantan korban Predator Child Grooming, terjadi  luka yang  melampaui cedera fisik. Korban mengalami trauma mendalam, totalitas dirinya rusak, tumbuh dengan depresi, kecemasan, hingga sulit membentuk relasi sehat di masa depan (umumnya gagal dalam perkawinan serta interaksi sosial lainnya). Mereka hidup dengan tak mampu menikmati kehidupan normal karena memikul beban batin tak berdarah hingga ajal menjemput dalam keheningan.

Jika seperti itu, "Anda masih diam dan tak peduli?" Kemanusiaan Anda Sudah Mati dan Terkubur? Stop Egois dan Angkuh. Jangan jadi anggota komunitas yang melakukan pembiaran terhadap proses kehancuran kemanusiaan di depan mata; pembiaran itu bermakna "Anda ikut mematikan peradaban." Saya menantang sikap-sikap seperti itu.

"Ingatlah ...!" Perlindungan terhadap anak cucu (darah dagingmu atau bukan) merupakan tanggung jawab kolektif.

Anda dan Saya tak perlu  menunggu hingga ada korban "tergeletak di depan pintu" baru mulai bergerak. Itu sudah sangat terlambat;  air mata penyesalan Anda sudah tak mungkin memulihkan kehancuran jiwa dan luka-luka batin.

"Ingatlah ...!" Generasi penerus adalah mahkota sekaligus kehormatan bangsa. Menjaga mereka dari mangsa Predator Child Grooming juga bermakna memelihara kualitas kemanusiaan di masa depan.

Melawan kejahatan Predator Child Grooming adalah pertempuran yang tak pernah ada gencatan senjata; terus menerus lakukan pertempuran tersebut, walau Anda pernah menang.



Opa Jappy | Penggagas Kampanye Anti Predator Child Grooming

Kampanye Anti Predator Child Grooming | Pro Life Indonesia
Kampanye Anti Predator Child Grooming | Pro Life Indonesia