Isti  Yogiswandani
Isti Yogiswandani Lainnya

Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Pilihan

Trip To Tuban 5: Selamat Jalan Pantai Boom, Kami Lanjut ke Plaza Ikan

12 Mei 2026   17:21 Diperbarui: 13 Mei 2026   06:07 540 20 11

Selamat Jalan Pantai Boom, Kami Lanjut ke Plaza Ikan(Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Selamat Jalan Pantai Boom, Kami Lanjut ke Plaza Ikan(Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

Menikmati keindahan kota Tuban berasa hoki seumur hidup, karena bisa menikmati pantai dan juga Kota Walisongo, khususnya peristirahatan terakhir Sunan Bonang. 

Ada juga goa Akbar yang juga dihubungkan dengan kehidupan para wali. Lain waktu kita ulas tersendiri keindahan goa Akbar yang lokasinya juga tidak terlalu jauh dari Pantai Boom.

Peta wisata pantai Boom (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Peta wisata pantai Boom (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

Di Pantai Boom yang segera kami tinggalkan ini juga terdapat diorama pertemuan para Walisongo. Menunjukkan bahwa Kota Tuban berhubungan erat dengan perjalanan wali songo menyebarkan agama Islam di tanah Jawa.

Diorama majelis wali songo di pantai boom Tuban (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Diorama majelis wali songo di pantai boom Tuban (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

Diorama majelis wali songo di pantai boom Tuban (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Diorama majelis wali songo di pantai boom Tuban (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

Selepas pantai Boom, kami akan mengunjungi Goa Akbar, dan terakhir mampir Plaza ikan untuk membeli oleh-oleh.

Selamat tinggal pantai boom Tuban (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Selamat tinggal pantai boom Tuban (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

Di Plaza Ikan, tersedia berbagai macam ikan yang sudah diasap. Cara ini juga menjadi cara sederhana untuk mengawetkan ikan. Ikan di Plaza ikan masih segar karena langsung menampung hasil tangkapan nelayan.

Sebelum meninggalkan pantai Boom Tuban (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Sebelum meninggalkan pantai Boom Tuban (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

Di samping ikan asap, tersedia juga ikan segar. Saat kami membeli ikan kerapu segar, penjual nya menyarankan untuk membeli kemasan kotak putih dari gabus, yang diisi batu es dan ikan yang dikemas dengan cara ini bisa tahan 2 hari. 

Plaza ikan Tuban. Tersedia bermacam ikan asap, ikan segar, trasi dan olahan ikan (Dokpri)
Plaza ikan Tuban. Tersedia bermacam ikan asap, ikan segar, trasi dan olahan ikan (Dokpri)

Ikan yang sudah dimasukkan kotak gabus, diberi batu es, kemudian ditutup rapat-rapat dan dilakban. Kemasan ini bisa dibawa pulang untuk oleh-oleh dengan aman.

Ikanpun masih segar dan kenyal saat sampai di rumah. Digoreng atau dipanggang masih bagus dan tidak lengket juga tidak hancur saat digoreng.

Kami juga membeli iwak pe asap yang terdiri dari 2 macam. Daging dan sayap. Untuk potongan daging ikan pari yang berukuran cukup besar, harganya 10 ribu per potong, tapi karena paginya teman-teman rombongan CVI sudah berbelanja banyak, kami mendapat diskon, 50 ribu dapat 7 potong daging ikan pari/iwak pe asap.

Iwak pe asap (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Iwak pe asap (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

Sedang untuk ikan kakap berukuran cukup besar, 100 ribu dapat 3 ekor. Saya memilih 2 ekor ikan kakap. Karena menurutku ikan kakap nya agak kecil, untuk ikan ke-3 Aku pilih ikan dorang yang besar, sekitar 7 ons yang sudah diasap.

Oleh-oleh bermacam ikan asap dan ikan segar sudah kami beli. Saatnya kembali melanjutkan perjalanan pulang ke Madiun. 

Kami berenam dalam 3 kendaraan beriringan pulang lewat jalur timur, via babat, gunung pegat, dan Jombang. 

Bismillahirrahmanirrahim. Semoga perjalanan kami lancar, aman dan nyaman sampai tujuan. Kembali ke rumah masing-masing.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2