Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025

Kenapa dinamai Joko Tingkir, tapi bernuansa Jepang? Kenapa berkonsep kafe? Kenapa justru lebih kental terlihat sebagai wisata kolam renang dalam kehangatan keluarga?
Mungkin banyak pengunjung yang menyimpan pertanyaan seperti di atas. Yuk kita bedah satu persatu. Wuihhh .... Gayanya mau membedah. Hehehe...
Taman wisata ini dinamai Joko Tingkir, karena berlokasi di Jl. Joko Tingkir, Gupak Warak, Krebet, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Inilah alasan utamanya. Jadi bukan karena berhubungan dengan tokoh sejarah Nusantara berjuluk Joko Tingkir yang merupakan nama kecil dari Sultan Hadiwijaya, Raja Kerajaan Pajang.

Joko Tingkir atau Mas Karebet adalah nama kecil dari Sultan Hadiwijaya, pendiri sekaligus raja pertama Kerajaan Pajang yang memerintah pada 1568 hingga 1582. Beliau terkenal sebagai menantu Sultan Trenggono dari Kesultanan Demak.
Nah, kita ulas sekilas saja ya, itu yang bisa saya ingat. Jangan mengaku Aku Pancasila kalau sejarah kerajaan Nusantara, khusus nya di pulau Jawa saja, tidak memahami nya.
Kembali ke wisata mamah-mamah RT 11 yang terdiri dari 24 peserta termasuk anak-anak, ternyata semua harus membayar penuh karena sudah di atas 3 tahun.
Tiket masuk ke taman wisata Joko Tingkir 15 ribu/orang. Tapi khusus rombongan mendapat diskon 10 %. Alhamdulillah. Lumayan kan?
Mahal? Nggak juga. HTM ini sudah termasuk tarif berenang, dan fasilitas ruang ganti dan toilet gratis. Murah kan? Jadi kalau biasa sering kencing, ya murah. Kencing 5x saja kalau bayar sudah 10 ribu. Hihihi... Belum biaya berenang nya. Ya, kan?

Pertama kali masuk, langsung terasa suasana kafenya. Kebetulan pas kita masuk, pengunjung ramai, dan meja kursi kafe tempat menikmati makan dan minum penuh, jadi kita keliling dulu ya.
Jangan bilang-bilang ya, Aku bawa tas punggung isinya baju ganti, kirain mamah-mamah mau pada berenang, ternyata kolam nya dikondisikan untuk anak -anak. Ya sudah, kita nonton anak-anak berenang saja. Hehehe...

Ada info kalau pengunjung tidak boleh bawa makanan dan minuman dari luar, jadi bekal makan dan minum kita tinggal di kereta kelinci.
Saat melewati lorong Sakura, Aku berhenti karena sedang ada rombongan yang berfoto. Ealah... ternyata rombongan ku sendiri. Bu Nunung, Bu RT, Bu Anies, Bu Ida dan Mas Gigim. Sementara Mbak Indy yang jadi foto grafernya. Ya sudah, aku ikut gabung meski telat.

Ternyata di sini banyak spot foto yang menarik. Views cantik hampir terdapat di semua tempat. Langsung saja kita foto - foto seru dan heboh.

Selain segudang spot foto cantik bertabur bunga sakura, di sini juga ada persewaan baju ala kimono dan bisa berpose dengan latar belakang bernuansa Jepang.
Yuk kepoin dulu harga sewanya. Siapa tahu di atas budget. Ternyata di depan etalase sudah tertulis harga sewa.
Kimono 5 ribu. Hah? Ciyus? Bener. Nggak bohong. Ditambah asesoris seperti payung, 5 ribu, kipas 5 ribu. Terjangkau banget kan?
Bu Nunung dan Bu Ida langsung menyewa.

"Ayuk, mumpung sudah sampai di sini. Kita bergaya ala Putri Jepang!" Kata Bu Nunung.
"Iya, Ayuk murah meriah bisa foto-foto pakai kimono!"
Sayangnya untuk fotografer tidak tersedia. Ya sudah, aku yang fotoin saja. Hehehe...
Puas pokoknya, bisa bergaya ala Putri Jepang dengan kimono dan payung, dengan latar belakang bunga sakura yang bermekaran.
Itu saja? Eitsss....masih ada lagi. Kita juga bisa berfoto sambil naik balon udara. Eh, pura-pura naik maksudnya. Soalnya balon udaranya cuma berhenti di rooftop. Jadi tidak terbang. Tapi lumayan kan bisa bergaya. Keren pokoknya!

Capek berkeliling dan ber-selfie ria? Yuk istirahat dulu di kafe, makan dan minum dulu. Ada aneka nasgor dan jus, juga es buah, teh leci, dan bermacam-macam minuman yang bisa dipilih. Asyik kan?
Oke, kita istirahat dulu ya, minum dan makan siang. Kalau mau salat, di sini juga tersedia Musala. Kebetulan waktu duhur sudah tiba. Tapi berhubung Musala nya agak sempit dan antri, akhirnya kita memilih langsung pulang saja agar masih bisa mendapat waktu duhur dan salat di rumah.
Pengalaman hari ini sungguh seru dan berkesan. Mungkin kapan -kapan bisa ke sini bersama keluarga.