Isti  Yogiswandani
Isti Yogiswandani Lainnya

Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Jalan Pagi Sampai Telaga Wangi: Mengapa Tempat Ini Cocok untuk Camping Komunitas CVI?

14 Juni 2026   11:22 Diperbarui: 14 Juni 2026   11:44 154 8 5

Camping di tepi telaga wangi Ngargoyoso (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Camping di tepi telaga wangi Ngargoyoso (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

Pagi diam-diam menyapa dengan sinar yang samar. Suara azan subuh terdengar lembut dari gawai yang sudah terseting otomatis mengumandangkan azan sesuai waktu setempat.

Badan terasa segar meski agak tersuruk menuju toilet, lanjut ambil air wudhu. Memenuhi kewajiban sekaligus menghadap sang pencipta dengan penuh ikhlas.

Mampir air terjun dulu sebelum lanjut ke telaga wangi (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Mampir air terjun dulu sebelum lanjut ke telaga wangi (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

"Dek, ayo jalan -jalan ke air terjun, lanjut ke telaga!" Suamimu yang sudah kembali dari Musala mengajakku jalan-jalan pagi.

"Telaga? Memangnya ada telaga?"

"Ada. Namanya telaga wangi!"

"Betulan?"

"Sudah, Ayuk berangkat. Keburu panas!"

"Oke!" Pakai sandal jepit gak papa?"

"Terserah! Pakai sepatu juga boleh!"

"Pakai sandal jepit saja, lah! Nggak ribet! Hehehe..!"

Matahari mulai tersenyum, mengiringi perjalanan saya dan suami ke air terjun. Kemarin sudah sempat ke sini, tapi sekalian lewat dan naik ke telaga wangi, menikmati kembali air terjun tak ada salahnya. 

Kali ini masih sepi, karena masih pagi dan para camper sepertinya masih bermalas-malasan di tendanya masing-masing.

"Ayuk Dek, cepat. Nanti keburu panas!" Suamiku berjalan cepat, sementara aku diam dan berjalan santai. Jalan yang terus menanjak, membuat saya cepat capek dan nafas terengah-engah. Suamiku berjalan sambil mengobrol dengan orang yang baru ditemui. Membuat ku lebih santai, bebas dari teriakan dan perintah nya. Hihihi...

Telaga wangi (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Telaga wangi (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

"Masya Allah! Ternyata di sini juga ada camping ground. Ini harusnya kita di sini!" Aku berteriak pada suami yang sudah asyik ngobrol dan selfie dengan komunitas blazer yang camping di sini.

Biasanya yang menjadi anggota komunitas blazer adalah Om Bob. Jadi suamiku mendatangi peserta camping dan memperkenalkan diri sebagai teman Om Bob. Tapi ternyata Om Bob tidak ikut, mungkin sudah ganti kendaraan, bukan blazer lagi. Hehehe..

Camping di tepi Telaga Wangi, kendaraan bisa parkir di lokasi (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Camping di tepi Telaga Wangi, kendaraan bisa parkir di lokasi (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

Ternyata sebenarnya kami tidak salah memilih lokasi tempat camping. Di sini ternyata ada juga tempat yang cocok untuk komunitas camper Van. Tempat nya relatif datar dan luas, mobil bisa masuk dan menyatu dengan tenda.

Menurut Mas Luki, petugas wisata yang kami temui, di Ngargoyoso waterfall ini ada 3 konsep camping, yaitu: Camping Ground, Glamping, dan Camper Van.

Ngobrol dengan Mas Luki, petugas wisata di Ngargoyoso waterfall (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Ngobrol dengan Mas Luki, petugas wisata di Ngargoyoso waterfall (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

Untuk camping ground sudah kita ulas lebih dulu ya, soalnya konsep ini yang sedang kami ikuti. Kendaraan tidak bisa masuk dan diparkir di tempat parkir yang disediakan di atas. Sementara tempat camping di bawah, di tepi sungai dengan pemandangan air terjun yang indah dan memukau. Baca juga Camping di Ngargoyoso waterfall.


HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3