Isti  Yogiswandani
Isti Yogiswandani Lainnya

Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Momen Hijrah Menuju Grebeg Suro Telaga Ngebel yang Penuh Cerita

17 Juni 2026   21:23 Diperbarui: 17 Juni 2026   21:58 196 14 8

Melihat bocoran buceng buah durian di tempat parkir masuk telaga ngebel (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Melihat bocoran buceng buah durian di tempat parkir masuk telaga ngebel (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

Memasuki bulan Suro untuk kalender Jawa, bersamaan dengan awal Muharam untuk kalender Hijriyah di Ponorogo diadakan acara Grebeg Suro.

Mbah Mul, bolo camping kita dari Kediri sudah jauh-jauh hari mengutarakan keinginan untuk bisa menyaksikan rangkaian grebeg suro di Telaga Ngebel yang berupa larung buceng di Telaga Ngebel. Suami saya pun langsung setuju. Kita berencana camping semalam di lokasi wisata telaga ngebel dan siangnya menyaksikan acara grebeg suro, khusus nya Larung sesaji.

Selepas Isya' malam 1 Muharam, bertepatan malam 1 suro, dan tanggal 15 Juni untuk kalender Masehi Masehi malam tanggal 16,  Mbah Mul bersama Tante Etik , dan Om Kelik bersama Tante Monik beriringan melakukan perjalanan sebagai momen Hijrah malam tahun baru Hijriah menuju Madiun. 

Saya mencari info di Facebook, apakah jalan di sekitar telaga ngebel ditutup karena ada kirab obor. Ternyata menurut akun Facebook yang saya tanya memberi informasi kalau jalan tetap dibuka untuk umum. Alhamdulillah, berarti kita bisa menuju ngebel.

Saya dan suami menunggu di Dolopo untuk bergabung menuju telaga ngebel. Pukul 21.17 kami menunggu di dekat Polsek Dolopo.

Sekitar setengah jam, rombongan Kediri sampai, dan kami mampir dulu di Bakmi Pak Giyo yang legendaris untuk mengisi perut. Kebetulan tadi habis berbuka dengan takjil bakso tahu sekarang sudah lapar lagi. Eh...

Usai mengisi perut, perjalanan menuju telaga ngebel berlanjut. Waktu sudah menunjukkan pukul 22.47. Sudah cukup malam, jalanan begitu sepi. Di beberapa lokasi tidak ada penerangan sama sekali. Beruntung jalan arah ngebel dari Dolopo sudah diperbaiki, setelah dulu pernah rusak parah.

Kirab obor keliling telaga ngebel masih berlangsung (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Kirab obor keliling telaga ngebel masih berlangsung (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

Setelah sempat nyasar salah arah dan harus putar balik, akhirnya sampai juga di portal telaga ngebel. Biasanya sehabis Maghrib portal sudah free, tapi ternyata kali ini dijaga banyak petugas dan harus bayar penuh. Eh .. hehehe.

Masuk lokasi telaga, jalanan cukup padat, banyak sepeda motor parkir, dan pawai obor keliling telaga sedang berlangsung. Sementara di area parkir masuk telaga ngebel ada acara ngaji malam 1 suro.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3