Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025
"Oke!"
Kami menyeberang jalan dan memilih tempat duduk di tepi telaga. Sedang restoran nya di seberang tempat kami duduk. Sebenarnya di dalam juga banyak tempat duduk, tapi kami ingin suasana di luar yang lebih lapang dan santai.
Kami mencermati daftar menu yang ada. Cukup menarik dan beragam.

Aku dan suami memilih gurami bakar paket berdua, sudah sama nasi.
" Pesan gurami yang untuk 1 orang saja, nasinya saja yang 2. Nanti kalau cocok baru pesan lagi!" Tante Etik memberi saran.
"Nggak papa. Paket yang untuk 2 orang!" Kata suami bersikeras.
"Ya, gitu saja nggak papa, Nte!" Aku terima usul Tante Etik. Biasanya suami nggak suka gurami, entah kenapa sekarang mau berkompromi pesan menu yang sama dengan ku. Kalau gurami nya yang gede, takutnya nanti aku yang disuruh ngehabisin. Hihihi ..
Om Kelik pesan nila bakar, Tante Monik pesan ketan keju, Mbah Mul nila asam manis, sementara Tante Etik pesan chicken steak karena nggak suka ikan. Sudah lengkap dengan pesanan masing-masing. Tinggal tunggu pesanan disiapkan sambil ngobrol.

Sambil menunggu pesanan datang aku membolak balik daftar menu. Harganya bervariasi dan cukup terjangkau, tidak membuat kantong bolong. Meski kalau dibanding di daerah Dolopo harganya lebih tinggi, tapi jauh lebih rendah dibanding harga di kafe-kafe di Kota Madiun. Wajarlah!