Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025
Tak lama pesanan datang. Ternyata gurami nya memang kecil dan lebih pas untuk 1 orang.
"Kurang, nggak? Kalau kurang pesan lagi saja!" Kata Tante Etik.
"Sudah, cukup!" Kataku sambil melirik suami yang diam saja. Oke, apa yang ada dimakan, itu kode yang suami berikan. Hihihi..
Banyak atau sedikit, tetap cukup. Kita yang menyesuaikan. Lagian kan kita paling dekat rumah. Kalau di rumah mau apa saja dan sebanyak apa pasti ada. Hehehe..

Alhamdulillah, nikmat mana lagi yang Kaudustakan. Di saat Kondisi ekonomi keluarga banyak yang terpuruk, kami masih bisa menikmati makanan di restoran bersama para bestie.
Makanan yang kami pesan licin tandas. Suami yang biasa makan sedikit juga sempat nambah nasi, mungkin suasana berbeda bersama banyak teman membuat nafsu makan lebih besar. Alhamdulillah.
"Dek, Aku duluan ya. Mau ikut jamaah salat Maghrib!"
"Ya, duluan, biar nggak telat salat jamaahnya. Nanti kuberesin!" Kataku berbisik.
Suami bergegas ke masjid yang nggak jauh dari restoran, karena azan Maghrib sudah berkumandang. Sementara kami melanjutkan menghabiskan minum yang masih tersisa.
Tiba-tiba Tante Etik berdiri dan berjalan menuju restoran.