Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025

Saat acara Campber Istimewa di Spekta Merbabu usai, Aku dan Suami masih enggan untuk pulang. Eh ..
Tadinya mau mudik Purworejo, tapi kalau mudik pasti betah sampai seminggu, padahal tidak terencana. Kasihan peliharaan di rumah kalau ditinggal lama. Memelihara ikan sebenarnya dulu adalah hobi Bapak, sedang Aku cuma ikut menikmati hasil nya. Tapi siklus hobi itu kini beralih ke suami yang berminat membuat kolam dan memelihara ikan patin, bawal dan gurame.
Camping juga hobi yang kini ditekuni suami setelah menikmati masa purna tugas 2 tahun yang lalu. Kami ikut komunitas Camper Van Indonesia dan Camping Adventure Family. Biasanya kami ikut camping bersama komunitas.
Kali ini, tak ada salahnya kita mencoba camping mandiri, menikmati kebebasan dan kenyamanan tanpa terikat komunitas. Sepertinya seru dan menantang.
Akhirnya, atas rekomendasi Om Amin, kami memilih Gunung Gupak.

"Pokoknya view-nya keren. Jalannya juga relatif bagus dan nyaman!" Om Amin memprovokasi.
"Lokasinya juga dekat dari sini!" Om Amin melanjutkan.
"Oke Om, terima kasih rekomendasinya. Nanti Aku buka Google maps!"
Sehabis dhuhur kami berangkat menuju Gunung Gupak. Bergeser, istilah yang kami pakai untuk pindah tempat camping.
Dari spekta Merbabu menuju arah Salatiga, dan nantinya berbelok searah dengan Wonolelo. Melewati tempat wisata Kopeng juga, tapi kami tidak mampir, takut kemalaman.
Rutenya lumayan, ada jalan raya mulus, tapi juga ada tanjakan, turunan dan tikungan yang ekstrem. Alhamdulillah bisa kami lalui meski sempat nyasar dan harus putar balik.
Pesona Wisata Gunung Gupak berlokasi di Dusun Batur, Desa Wulunggunung, Kecamatan Sawangan, Magelang.
Sampai di lokasi agak bingung, karena tidak ada loket atau pintu gerbang yang bertuliskan Gunung Gupak. Ternyata harus menaiki tanjakan yang lumayan tinggi dengan kemiringan sekitar 60 derajat. Tapi Alhamdulillah bisa dicapai dengan mulus.
Ternyata tempat nya sudah tertata rapi. Kami dipandu untuk memilih lokasi tenda. Suami memilih di pinggir ketinggian, sehingga bisa menikmati keindahan views, tapi katanya sudah dibooking, sehingga kita mendapat lokasi agak di tengah.
Setelah mobil terparkir, suami menuju loket pembayaran. HTM sebesar Rp 20.000/orang. Biaya camping 50 ribu/hari. Total 90 ribu.

"Bawa magic com?" Tanya petugasnya.
"Bawa!" Jawab suami.
"Tambah 10 ribu!"
Aku memang membawa panci listrik serbaguna, untuk masak air, masak nasi, membuat sayur dan menggoreng. Worth it lah, suruh bayar 10 ribu.

Meski pandangan agak terhalang, tapi lokasi di sini sangat ideal. Sekitar 2 meter terdapat sumber listrik, 5 meter dari arah berlawanan ada kran cuci piring yang airnya bersih dan jernih, bisa untuk masak air, meski kita juga membawa galon air siap konsumsi.

Sementara toilet dan Musala hanya sekitar 10 meter meski harus naik ke atas
Tempat mendirikan tenda juga rata, berumput alami dan bisa menghadap view s yang cukup indah di kejauhan. Alhamdulillah.
Tempat yang luas dengan tenda berjauhan membuat anak-anak bebas bermain dan berlari berkejaran bersama saudara, maupun teman yang dikenal saat camping.
Ada juga tempat api unggun yang luas dan lapang di tengah lokasi.Pokoknya tempat nya lega dan tidak berdesakan seperti kalau camping Akbar.
Suami tadinya mau pasang RTT, tapi nggak jadi.

Meski camping mandiri, kita tidak sendiri. Banyak camper lain yang sebagian besar berasal dari Magelang, dekat -dekat saja. Kita bisa berkenalan dan mengobrol, meski bebas menikmati aktivitas yang diinginkan tanpa takut privasi tergantung. Mantap pokoknya.
Sepertinya, ke depan nya kita kecanduan camping sendiri, hihihi. Apalagi kalau dapat lokasi camping seperti Gunung Gupak yang tempatnya nyaman dengan fasilitas lengkap. Membuat betah untuk makan tidur sambil mengeksplor dan Menikmati keindahan alam. Sarana healing yang Rekomended.
Sebelum menikmati keindahan sunset di Gunung Gupak, yuk simak dulu video kondisi gunung gupak yang nyaman untuk camping.