Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025

Lantunan lagu kemerdekaan dan lagu nasional terdengar penuh semangat di lingkungan RT 11, Desa Krandegan Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun.
Hari ini Ibu-ibu RT 11 mengadakan lomba Agustusan untuk putra putri nya
Lomba Agustusan ini memberi banyak manfaat bagi Mamah-mamah RT 11, sebagai inisiator dan Penggerak Lomba, antara lain:
1. Mempererat Silaturahmi dan Solidaritas Neighborhood

2. Pelepas Penat (Stress Relief)
Kemeriahan, tawa, dan ekspresi kepolosan anak-anak saat berlomba menjadi sarana hiburan efektif untuk melepaskan kejenuhan rutinitas domestik.
3. Wadah Wadah Ekspresi dan Manajemen Event
Mengasah keterampilan organisasi, kreativitas menyusun acara, serta kepemimpinan dalam mengelola kegiatan komunitas.
4. Kepuasan Batin (Parenting Joy)
Menyaksikan anak tampil percaya diri, gembira, dan berinteraksi aktif memberikan rasa bangga serta kepuasan emosional tersendiri.

Pada lomba Agustusan kali ini ada 4 macam lomba, yaitu:
- Lomba membawa kelereng dengan sendok - Lomba makan roti tanpa boleh dipegang, tapi diletakkan di kening
- Lomba memasukkan pensil ke dalam botol
-Komba memecah air dengan batang daun pisang.
Kali ini kita simak dan ulas lomba yang pertama dulu, lomba membawa kelereng memakai sendok untuk anak-anak.
Manfaat Lomba Bawa Kelereng Pakai Sendok untuk Anak

1. Perkembangan Motorik dan Fisik
-Motorik Halus: Melatih koordinasi otot-otot kecil di jemari dan genggaman tangan agar mampu menahan tangkai sendok dengan stabil tanpa terlalu kaku.
-Keseimbangan dan Koordinasi Visual-Spasial: Menuntut integrasi antara pandangan mata, kontrol gerak kepala, dan pijakan kaki agar kelereng tidak terjatuh saat melangkah.
-Kesadaran Postur (Postural Control): Mengajari anak mengontrol ritme jalan dan postur tubuh yang tenang serta proporsional.

2. Kecerdasan Sosial dan Mental
-Fokus dan Konsentrasi Tinggi: Melatih ketenangan pikiran dan konsentrasi anak agar tidak mudah terdistraksi oleh riuh suara penonton atau lawan di sekitarnya.
- Regulasi Emosi dan Kesabaran: Menahan ambisi untuk terburu-buru; anak belajar bahwa kecepatan harus diselaraskan dengan kontrol diri.
Sportivitas dan Resiliensi: Belajar menerima kekalahan atau kegagalan (misalnya saat kelereng jatuh) dengan lapang dada, lalu mencoba lagi tanpa patah semangat.
- Interaksi Sosial: Melatih anak beradaptasi dalam suasana kompetisi yang sehat, menghargai aturan main, dan menyemangati teman sejawat.
Yuk kita simak keseruan lomba membawa kelereng memakai sendok yang butuh ketelitian dan kehati-hatian.