Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025

Acara ini sebenarnya sudah terlaksana hampir sebulan yang lalu, tapi rasa syukur masih terus terpanjat.
Rasanya kepala sudah plong! Bebas ketombe. Eh, bukan. Hehehe...
Membayangkan malam sebelum hajadan akad nikah keluarga besan menyerahkan acara dan tempat lamaran kepada kami, keluarga pengantin pria tentunya menjadi Pe-Er tersendiri karena paginya kami harus melaksanakan akad nikah, dan siangnya resepsi tasyakuran, meski hanya satu RT sekitar 100 tamu.
Bersyukur anak-anak begitu dewasa, mereka bersedia menghandle acara dan memilih tempat lamaran yang bernuansa Jawa dalam waktu kurang dari 12 jam.

Bersyukur Pak Rete dan Bu Rete dan beberapa tetangga bersedia membereskan urusan di rumah untuk acara besok dan siang hari. Alhamdulillah, terima kasih semuanya.
Akhirnya lamaran berjalan lancar, sedang Aku merasa terharu atas dukungan dan kedatangan saudara-saudaraku dari luar kota semua yang memberi dukungan moral dan material tersendiri, membuat ketegangan terurai dan Aku bisa tertawa lepas. Merasa dicintai dan banyak saudara. Thanks a lot semuanya ya...
Usai acara lamaran, Aku dan saudara ku brefieng dan ngobrol sejenak untuk acara besok, agar semuanya lancar. Sedang keluarga dari pengantin perempuan pamit duluan untuk persiapan acara besok pagi juga.
Kami berikan waktu pelaksanaan acara dan rundown, sehingga mereka bisa menyesuaikan, jam 06.00 sudah harus sarapan, sesuai waktu yang ditentukan hotel, pukul 06.00 bisa mengambil sarapan yang disediakan di lobby hotel. Lanjut check out karena acara diperkirakan sampai menjelang dhuhur, sedang check out di hotel paling lama pukul 12.00. Selebihnya akan dikenakan charge sesuai tarif menginap.
Untuk keluarga besan sudah kami beritahukan jauh-jauh hari waktu dan rundown nya via orang tua dan mempelai perempuan.