Proses pembakaran yang bebas asap tidak terjadi begitu saja.
Ada beberapa faktor penting yang menentukan kualitas pembakaran.
Pertama adalah kualitas bahan baku.
Limbah organik yang digunakan harus bersih dari sampah plastik, logam, atau bahan kimia lainnya. Semakin murni bahan bakunya, semakin baik hasil pembakarannya.
Tahap berikutnya adalah karbonisasi atau pembakaran tanpa oksigen yang cukup.
Pada proses ini, bahan organik diubah menjadi arang. Karbonisasi yang sempurna akan menghasilkan arang dengan kandungan karbon tinggi sehingga saat dibakar mampu menghasilkan panas maksimal dan emisi asap yang rendah.
Setelah menjadi arang, bahan tersebut dihaluskan hingga menjadi bubuk.
Bubuk arang kemudian dicampur dengan perekat alami, misalnya tepung tapioka, dalam komposisi yang tepat.
Perekat alami dipilih karena tidak menghasilkan zat berbahaya saat proses pembakaran.
Adonan kemudian dicetak menggunakan alat pencetak briket. Bentuknya bisa silinder, kubus, atau hexagonal dengan lubang di bagian tengah.
Lubang ini berfungsi memperlancar aliran udara sehingga api lebih mudah menyala dan pembakaran menjadi lebih sempurna.
Tahap yang tidak kalah penting adalah proses pengeringan.