Jandris_Sky
Jandris_Sky Mahasiswa

Kompasianer Terpopuler 2024 - 2025 Kompasiana Award Pelestari 2025

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Proses Pembakaran Briket Bebas Asap dan Polusi, Solusi Ramah Lingkungan Untuk Masa Depan

5 Juli 2026   18:15 Diperbarui: 5 Juli 2026   18:15 141 10 4

Briket harus benar-benar kering sebelum digunakan. 

Kandungan air yang terlalu tinggi akan menyebabkan briket sulit menyala, menghasilkan banyak asap, dan mengurangi nilai kalor. 

Karena itu, proses pengeringan biasanya dilakukan menggunakan sinar matahari atau oven pengering hingga kadar air berada pada tingkat yang ideal.

Ketika briket yang berkualitas dibakar, api akan menyala secara perlahan namun stabil. 

Panas yang dihasilkan mampu bertahan lebih lama dibandingkan kayu bakar biasa. 

Asap yang keluar pun sangat sedikit karena sebagian besar zat yang menyebabkan asap sudah hilang saat proses karbonisasi.

Asap dari pembakaran briket yang keluar pun sangat sedikit. (Sumber foto: Jandris_sky)
Asap dari pembakaran briket yang keluar pun sangat sedikit. (Sumber foto: Jandris_sky)

Selain minim asap, pembakaran briket juga menghasilkan emisi gas yang lebih rendah dibandingkan bahan bakar fosil maupun kayu bakar yang masih basah. 

Dampaknya, kualitas udara menjadi lebih baik dan risiko gangguan pernapasan akibat paparan asap juga dapat dikurangi.

Briket juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi. 

Limbah pertanian maupun perkebunan yang sebelumnya tidak bernilai kini dapat diolah menjadi produk energi yang bermanfaat. 

Hal ini membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekaligus mengurangi jumlah limbah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

Pembakaran Briket Bebas Asap dan Polusi ramah lingkungan. (Sumber foto: Jandris_sky)
Pembakaran Briket Bebas Asap dan Polusi ramah lingkungan. (Sumber foto: Jandris_sky)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4