Briket harus benar-benar kering sebelum digunakan.
Kandungan air yang terlalu tinggi akan menyebabkan briket sulit menyala, menghasilkan banyak asap, dan mengurangi nilai kalor.
Karena itu, proses pengeringan biasanya dilakukan menggunakan sinar matahari atau oven pengering hingga kadar air berada pada tingkat yang ideal.
Ketika briket yang berkualitas dibakar, api akan menyala secara perlahan namun stabil.
Panas yang dihasilkan mampu bertahan lebih lama dibandingkan kayu bakar biasa.
Asap yang keluar pun sangat sedikit karena sebagian besar zat yang menyebabkan asap sudah hilang saat proses karbonisasi.

Selain minim asap, pembakaran briket juga menghasilkan emisi gas yang lebih rendah dibandingkan bahan bakar fosil maupun kayu bakar yang masih basah.
Dampaknya, kualitas udara menjadi lebih baik dan risiko gangguan pernapasan akibat paparan asap juga dapat dikurangi.
Briket juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Limbah pertanian maupun perkebunan yang sebelumnya tidak bernilai kini dapat diolah menjadi produk energi yang bermanfaat.
Hal ini membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekaligus mengurangi jumlah limbah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
