Inovasi Pembuatan Biomassa Briket Sebagai Solusi Affordable Alternative Energy dalam Upaya Mencapai Sustainable Development Goals 2030.
Di tengah meningkatnya kebutuhan energi dan semakin menipisnya cadangan bahan bakar fosil, kita dihadapkan pada sebuah tantangan besar.
Di satu sisi, masyarakat membutuhkan energi yang murah dan mudah diperoleh. Di sisi lain, bumi membutuhkan solusi yang lebih ramah lingkungan agar kerusakan alam tidak semakin parah.
Kabar baiknya, solusi tersebut sebenarnya sudah ada di sekitar kita, bahkan sering kali dianggap sebagai limbah yang tidak berguna.
Salah satu inovasi yang mulai banyak dikembangkan adalah biomassa briket.
Briket biomassa merupakan bahan bakar padat yang dibuat dari berbagai limbah organik, seperti tempurung kelapa, sekam padi, serbuk gergaji, tongkol jagung, kulit buah, daun kering, hingga limbah biji-bijian.
Dengan proses pengolahan yang tepat, limbah tersebut dapat berubah menjadi sumber energi alternatif yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan.
Yang menarik, pembuatan biomassa briket tidak membutuhkan teknologi yang terlalu rumit.
Prosesnya dimulai dari pengeringan bahan baku, kemudian dilakukan proses karbonisasi atau pembakaran terbatas untuk menghasilkan arang.
Setelah itu arang dihaluskan menjadi serbuk, dicampur dengan perekat alami seperti tepung tapioka, lalu dicetak menggunakan alat press.
Briket yang telah dicetak kemudian dikeringkan hingga kadar airnya rendah sehingga siap digunakan sebagai bahan bakar.
Hasil akhirnya cukup mengesankan. Biomassa briket mampu menghasilkan panas yang stabil, waktu pembakaran yang relatif lama, serta menghasilkan asap yang lebih sedikit dibandingkan kayu bakar biasa apabila diproduksi dengan standar yang baik.
Selain itu, abu sisa pembakarannya juga lebih sedikit sehingga penggunaannya menjadi lebih praktis.
Inovasi ini menjadi sangat relevan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, khususnya tujuan ketujuh, yaitu menyediakan energi yang bersih dan terjangkau (Affordable and Clean Energy).