Jandris_Sky
Jandris_Sky Mahasiswa

Kompasianer Terpopuler 2024 - 2025 Kompasiana Award Pelestari 2025

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Pemilihan Sampah Tutup Botol Plastik

10 Juli 2026   21:56 Diperbarui: 10 Juli 2026   21:56 148 16 5

Pemilahan Sampah Tutup Botol Plastik, Langkah Kecil dengan Nilai Ekonomi yang Besar

Banyak orang menganggap tutup botol plastik hanyalah benda kecil yang tidak memiliki manfaat setelah minuman di dalam botol habis. 

Akibatnya, tutup botol sering kali ikut dibuang begitu saja bersama sampah lainnya. 

Padahal, jika dipilah sejak dari rumah, benda mungil ini justru memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi dan bisa diolah menjadi berbagai produk kreatif yang bernilai jual.

Kebiasaan memisahkan tutup botol plastik mungkin terlihat sederhana, tetapi dampaknya sangat besar.

Selain membantu mengurangi timbunan sampah, langkah kecil ini juga membuka peluang usaha berbasis ekonomi sirkular yang semakin berkembang di Indonesia.

Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) tahun 2026, sampah plastik mencapai sekitar 19,73% - 20% dari total timbulan sampah nasional. 

Dari sekitar 12,4 - 12,87 juta ton sampah plastik yang diproduksi setiap tahun, limbah kemasan seperti botol plastik menjadi salah satu penyumbang terbesar. 

Sayangnya, tingkat daur ulang nasional masih berada pada kisaran 11% - 22%.

Jika dirinci lebih lanjut, kondisi pengelolaan sampah plastik di Indonesia masih memerlukan perhatian serius. 

Sekitar 53% sampah plastik masih berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), sekitar 36% bocor ke lingkungan termasuk sungai dan lautan, sedangkan yang berhasil didaur ulang baru sekitar 11%. 

Angka tersebut menunjukkan bahwa masih banyak material plastik yang sebenarnya bernilai tetapi belum dimanfaatkan secara optimal.

Salah satu jenis plastik yang cukup diminati oleh para pelaku daur ulang adalah tutup botol plastik.

Umumnya, tutup botol dibuat dari bahan High Density Polyethylene (HDPE) atau Polypropylene (PP). 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3