
Langkah pertama adalah mempersiapkan kulit jagung. Bersihkan klobot dari kotoran yang masih menempel. Jika ingin memberikan warna, kulit jagung dapat direbus sebentar menggunakan pewarna makanan. Setelah itu, angkat dan keringkan kembali.
Agar kulit jagung lebih mudah dibentuk, permukaannya dapat dirapikan menggunakan setrika dengan suhu sedang. Proses ini dilakukan dengan hati-hati supaya kulit tidak gosong atau rusak. Hasilnya, klobot menjadi lebih rata, halus, dan siap dikreasikan.

Membuat Rangka Wayang
Setelah bahan siap, kita mulai membuat rangka. Ambil satu batang lidi atau tusuk sate sebagai tulang punggung sekaligus pegangan wayang. Untuk bagian tangan, gunakan lidi berukuran lebih kecil atau kulit jagung yang dililit hingga membentuk batang kecil.
Bagian tersebut kemudian ditempel secara melintang pada lidi utama. Tidak perlu terlalu rumit. Justru bentuk sederhana dapat memberikan karakter tersendiri pada wayang yang dibuat.

Berikutnya adalah membuat kepala. Ambil sedikit kulit jagung dan remas hingga menjadi gumpalan berbentuk bola padat. Gumpalan tersebut kemudian dibungkus menggunakan lembaran kulit jagung yang lebih halus. Ikat bagian bawahnya menggunakan benang pada lidi utama agar kepala tidak mudah bergeser.
Setelah kepala terbentuk, saatnya membuat tubuh dan pakaian. Potong kulit jagung sesuai kebutuhan. Kita bisa membuat bentuk kain jarik, baju, selendang, rambut, mahkota, hingga atribut lainnya.
