Jandris_Sky
Jandris_Sky Mahasiswa

Kompasianer Terpopuler 2024 - 2025 Kompasiana Award Pelestari 2025

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Budidaya Jagung Manis sebagai Strategi Ketahanan Pangan Rumah Tangga

19 Agustus 2026   20:58 Diperbarui: 19 Agustus 2026   20:58 167 4 0

Setelah tanaman tumbuh, kebutuhan air dan nutrisi harus diperhatikan. Jagung membutuhkan sinar matahari yang cukup agar pertumbuhannya optimal.

Budidaya jagung manis sebagai strategi ketahanan pangan keluarga. (Sumber foto: Jandris_Sky)
Budidaya jagung manis sebagai strategi ketahanan pangan keluarga. (Sumber foto: Jandris_Sky)

Perawatan sebenarnya tidak harus rumit. Penyiraman dilakukan secara teratur dengan menyesuaikan kondisi cuaca dan kelembapan media. Gulma yang tumbuh di sekitar tanaman perlu dibersihkan agar tidak berebut unsur hara. Jika ditemukan hama atau penyakit, penanganannya dapat dilakukan secara bijaksana dengan mengutamakan metode ramah lingkungan.

Budidaya jagung manis sebagai strategi ketahanan pangan keluarga. (Sumber foto: Jandris_Sky)
Budidaya jagung manis sebagai strategi ketahanan pangan keluarga. (Sumber foto: Jandris_Sky)

Hal menarik lainnya adalah kita bisa memanfaatkan bahan organik rumah tangga sebagai bagian dari pengelolaan kebun. Sisa sayuran dan bahan organik tertentu dapat diolah menjadi kompos setelah melalui proses yang tepat. Dengan begitu, kegiatan berkebun tidak hanya menghasilkan pangan, tetapi juga membantu mengurangi sampah organik.

Berkebun dan SDGs

Lalu apa hubungannya jagung manis dengan SDGs?

Hubungannya cukup dekat. Budidaya pangan di tingkat rumah tangga dapat menjadi aktivitas kecil yang mendukung berbagai tujuan pembangunan berkelanjutan. Salah satu yang paling relevan adalah SDG 2 atau Zero Hunger, yaitu tujuan untuk mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan, meningkatkan gizi, serta mendorong pertanian berkelanjutan.

Budidaya jagung manis sebagai strategi ketahanan pangan keluarga. (Sumber foto: Jandris_Sky)
Budidaya jagung manis sebagai strategi ketahanan pangan keluarga. (Sumber foto: Jandris_Sky)

Memang, menanam beberapa batang jagung di rumah tidak serta-merta menyelesaikan persoalan pangan nasional. Namun, perubahan besar sering kali dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.

Ketika keluarga mulai mengenal proses menghasilkan makanan sendiri, muncul kesadaran bahwa pangan membutuhkan proses panjang sebelum sampai ke meja makan. Dari memilih benih, menanam, merawat, sampai memanen, semuanya membutuhkan waktu dan perhatian.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4