Petualangan Hujan di Pamijahan: Keindahan Curug Pelangi Tujuh dan Cerita Menginap yang Berkesan
Bagi saya dan istri, perjalanan ke kawasan Ciasmara, Pamijahan, bukan sekadar liburan singkat. Jarak antar-destinasi yang lumayan jauh dan banyaknya spot yang ingin kami jelajahi membuat kami memutuskan untuk menginap. Keputusan ini justru membawa kami pada sebuah petualangan yang tak terlupakan.
Menembus Hujan Demi Curug Pelangi Tujuh
Perjalanan kami dimulai sejak pagi hari. Namun, alam punya rencana lain. Di tengah jalan menuju destinasi pertama kami-Curug Pelangi Tujuh-langit tiba-tiba menumpahkan hujan. Kami pun bergegas memakai jas hujan dan melanjutkan perjalanan menembus rintik air, diantara jalan setapak dan bebatuan.
Suara gemercik air yang berpadu dengan sejuknya udara pegunungan selalu menjadi obat mujarab untuk melepas penat. Rasa Lelah kami walau masih menggunakan jas hujan hilang dengan keindahan ini, destinasi yang intim, tenang, dan menyegarkan di kawasan Bogor.
Kompasianer bisa menyaksikan dalam video kami, bagaimana indahnya Curug Pelangi Tujuh ini...

Berburu Penginapan: Dari Rp800 Ribu hingga Guest House Sederhana
Puas menikmati keindahan curug, kami kembali ke area parkiran dengan baju yang basah dan tubuh yang mulai kedinginan. Agenda kami berikutnya adalah mencari tempat bermalam. Kami sempat menemukan sebuah penginapan yang bagus dan nyaman, namun harganya cukup menguras kantong, yaitu Rp800.000 per malam.
Karena ingin lebih hemat, kami memutuskan untuk mencari alternatif lain. Pilihan kami akhirnya jatuh pada sebuah guest house lokal dengan harga yang jauh lebih ramah di kantong, yaitu Rp250.000 semalam. Fasilitasnya memang sederhana dengan toilet yang berada di luar kamar, namun tempat ini menawarkan kehangatan khas pedesaan yang tidak bisa dibeli dengan uang.
Kehangatan Malam dan Persiapan Esok Hari