Selain dimanfaatkan sebagai bumbu dapur, sereh juga dapat menjadi tanaman penghias sekaligus tanaman aromatik di sekitar rumah.
Tanaman berikutnya adalah bawang putih. Aromanya yang menyengat membuat bawang putih sering disebut sebagai salah satu tanaman yang kurang disukai ular. Namun, perlu dipahami bahwa menanam bawang putih bukan berarti menjadi jaminan ular tidak akan datang.

Ada pula bawang merah yang memiliki aroma khas. Tanaman ini relatif mudah dibudidayakan, bahkan dapat ditanam menggunakan pot atau wadah sederhana. Bagi masyarakat yang memiliki pekarangan terbatas, bawang merah bisa menjadi pilihan tanaman yang multifungsi.

Kemudian ada lidah mertua atau snake plant. Tanaman ini populer sebagai tanaman hias karena perawatannya cukup mudah dan mampu tumbuh dalam berbagai kondisi. Kehadirannya di sekitar rumah dapat mempercantik pekarangan, meskipun klaim bahwa lidah mertua secara khusus mampu mengusir ular sebaiknya tidak dianggap sebagai fakta yang sudah terbukti secara ilmiah.
Jangan Hanya Mengandalkan Tanaman
Menanam tanaman aromatik memang menarik, tetapi jangan sampai kita menganggapnya sebagai satu-satunya cara untuk mencegah ular masuk rumah.
Hal yang jauh lebih penting adalah menghilangkan kondisi yang membuat ular betah berada di sekitar rumah. Rumput dan semak sebaiknya dipangkas secara rutin. Tumpukan kayu, kardus, genteng, batu, atau barang bekas yang dapat menjadi tempat persembunyian juga sebaiknya dirapikan.
Selain itu, keberadaan tikus perlu diperhatikan. Ular yang datang ke lingkungan rumah bisa saja mengikuti sumber makanannya. Jadi, mengendalikan populasi tikus secara aman dan menjaga kebersihan lingkungan merupakan bagian penting dari pencegahan.
Lubang atau celah pada dinding, saluran air, pintu, dan bagian rumah lainnya juga perlu diperiksa. Jika terdapat celah yang memungkinkan hewan masuk, lakukan penutupan dengan cara yang aman.