Jandris_Sky
Jandris_Sky Mahasiswa

Kompasianer Terpopuler 2024 - 2025 Kompasiana Award Pelestari 2025

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Usir Ular dengan Tanaman, Benarkah Bisa Jadi Solusi Alami?

31 Agustus 2026   13:52 Diperbarui: 31 Agustus 2026   13:52 140 3 0


Usir Ular dengan Tanaman, Benarkah Bisa Jadi Solusi Alami?

Usir ular dengan tanaman menjadi salah satu cara alami yang banyak diperbincangkan, terutama bagi masyarakat yang tinggal dekat kebun, sawah, lahan kosong, atau lingkungan yang masih memiliki banyak vegetasi. 

Beberapa jenis tanaman dipercaya dapat membantu membuat area rumah kurang disukai ular karena aroma khas yang cukup kuat.

Tanaman sereh yang memiliki aroma yang khas. (Sumber foto: Jandris_Sky)
Tanaman sereh yang memiliki aroma yang khas. (Sumber foto: Jandris_Sky)

Ular sebenarnya bukan hewan yang sengaja mencari manusia. Mereka biasanya masuk ke lingkungan permukiman karena mencari makanan, tempat berlindung, atau kondisi lingkungan yang sesuai. 

Kehadiran tikus, tumpukan barang, semak yang terlalu lebat, dan lingkungan yang lembap dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi ular.

Tanaman lidah mertua mengandalkan bentuk fisiknya yang bertindak sebagai pencegah alami (Sumber foto: Jandris_Sky).
Tanaman lidah mertua mengandalkan bentuk fisiknya yang bertindak sebagai pencegah alami (Sumber foto: Jandris_Sky).

Karena itu, selain menjaga kebersihan lingkungan, menanam tanaman beraroma kuat bisa menjadi salah satu upaya tambahan yang menarik untuk dicoba.

Tanaman Apa Saja yang Bisa Dicoba?

Ada beberapa tanaman yang sering digunakan masyarakat sebagai tanaman pengusir ular. Salah satunya adalah serai atau sereh. Tanaman ini memiliki aroma khas yang cukup kuat dan mudah ditanam di pekarangan. 

Selain dimanfaatkan sebagai bumbu dapur, sereh juga dapat menjadi tanaman penghias sekaligus tanaman aromatik di sekitar rumah.

Tanaman berikutnya adalah bawang putih. Aromanya yang menyengat membuat bawang putih sering disebut sebagai salah satu tanaman yang kurang disukai ular. Namun, perlu dipahami bahwa menanam bawang putih bukan berarti menjadi jaminan ular tidak akan datang.

Tanaman bawang putih yang memiliki aroma yang khas. (Sumber foto: Jandris_Sky)
Tanaman bawang putih yang memiliki aroma yang khas. (Sumber foto: Jandris_Sky)

Ada pula bawang merah yang memiliki aroma khas. Tanaman ini relatif mudah dibudidayakan, bahkan dapat ditanam menggunakan pot atau wadah sederhana. Bagi masyarakat yang memiliki pekarangan terbatas, bawang merah bisa menjadi pilihan tanaman yang multifungsi.

Tanaman bawang merah yang memiliki aroma yang khas. (Sumber foto: Jandris_Sky)
Tanaman bawang merah yang memiliki aroma yang khas. (Sumber foto: Jandris_Sky)

Kemudian ada lidah mertua atau snake plant. Tanaman ini populer sebagai tanaman hias karena perawatannya cukup mudah dan mampu tumbuh dalam berbagai kondisi. Kehadirannya di sekitar rumah dapat mempercantik pekarangan, meskipun klaim bahwa lidah mertua secara khusus mampu mengusir ular sebaiknya tidak dianggap sebagai fakta yang sudah terbukti secara ilmiah.

Jangan Hanya Mengandalkan Tanaman

Menanam tanaman aromatik memang menarik, tetapi jangan sampai kita menganggapnya sebagai satu-satunya cara untuk mencegah ular masuk rumah.

Hal yang jauh lebih penting adalah menghilangkan kondisi yang membuat ular betah berada di sekitar rumah. Rumput dan semak sebaiknya dipangkas secara rutin. Tumpukan kayu, kardus, genteng, batu, atau barang bekas yang dapat menjadi tempat persembunyian juga sebaiknya dirapikan.

Selain itu, keberadaan tikus perlu diperhatikan. Ular yang datang ke lingkungan rumah bisa saja mengikuti sumber makanannya. Jadi, mengendalikan populasi tikus secara aman dan menjaga kebersihan lingkungan merupakan bagian penting dari pencegahan.

Lubang atau celah pada dinding, saluran air, pintu, dan bagian rumah lainnya juga perlu diperiksa. Jika terdapat celah yang memungkinkan hewan masuk, lakukan penutupan dengan cara yang aman.

Bagaimana Jika Bertemu Ular?

Ini bagian yang tidak kalah penting.

Jika melihat ular di halaman atau di dalam rumah, jangan mencoba menangkap, memukul, atau mengejarnya sendiri, terutama jika tidak mengetahui jenis ularnya. Beberapa ular memiliki bisa yang berbahaya dan dapat menyerang ketika merasa terancam.

Berikan jarak yang aman dan jauhkan anak-anak serta hewan peliharaan dari lokasi tersebut. Jika memungkinkan, amati keberadaan ular dari tempat aman tanpa melakukan tindakan yang membuatnya terpojok. Hubungi petugas atau pihak yang memiliki kemampuan untuk melakukan evakuasi satwa secara aman.

Jadi, tanaman seperti sereh, bawang merah, bawang putih, dan tanaman hias tertentu boleh saja ditanam sebagai bagian dari penataan pekarangan. Namun, fungsinya lebih tepat dianggap sebagai upaya tambahan, bukan sebagai jaminan mutlak untuk mengusir ular.

Pada akhirnya, cara paling masuk akal untuk membuat rumah kurang menarik bagi ular adalah menjaga lingkungan tetap bersih, tidak menyediakan tempat persembunyian, mengurangi sumber makanan seperti tikus, serta menutup celah masuk ke rumah.

Menanam tanaman aromatik pun bisa menjadi pilihan menarik. Pekarangan menjadi lebih hijau, tanaman bisa dimanfaatkan, dan kita sekaligus belajar bahwa menjaga lingkungan bukan hanya soal mengurangi sampah, tetapi juga menciptakan ruang hidup yang lebih aman dan seimbang.

Jadi, sudah siap membuat pekarangan lebih hijau sekaligus melakukan pencegahan alami agar ular tidak mudah masuk rumah?

Referensi: Sumber Akun YouTube Jandris_Sky

https://youtube.com/@jejakhijau73?si=Y5unHXcjhNEJO-GG

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3