Jandris_Sky
Jandris_Sky Mahasiswa

Kompasianer Terpopuler 2024 - 2025 Kompasiana Award Pelestari 2025

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Arsitektur Berkelanjutan Bukan Sekadar Tren, tetapi Kebutuhan Masa Depan

4 September 2026   10:56 Diperbarui: 4 September 2026   10:56 94 3 0

Dengan kata lain, konsep keberlanjutan sebaiknya sudah dimulai ketika arsitek menggambar desain pertama, bukan baru dipikirkan setelah bangunan selesai.

Memanfaatkan Cahaya dan Udara Alami

Salah satu langkah sederhana dalam arsitektur berkelanjutan adalah memanfaatkan potensi alam.

Indonesia memiliki iklim tropis dengan paparan sinar matahari yang cukup tinggi. Kondisi tersebut sebenarnya dapat dimanfaatkan melalui desain bangunan yang tepat. Penempatan jendela, ventilasi silang, teritisan, serta orientasi bangunan dapat membantu menciptakan ruang yang nyaman tanpa selalu bergantung pada lampu dan pendingin ruangan.

Bayangkan sebuah rumah yang pada siang hari tetap terang karena mendapatkan cahaya matahari. Udara juga dapat bergerak melalui bukaan yang dirancang dengan baik. Selain nyaman, penggunaan energi listrik pun berpotensi menjadi lebih efisien.

Hal sederhana seperti ini menunjukkan bahwa teknologi canggih bukan satu-satunya jawaban. Desain yang cerdas juga mempunyai peran besar.

Material Ramah Lingkungan Semakin Menarik

Bagian lain yang tidak kalah penting adalah material bangunan. Selama ini, material konstruksi sering dipilih berdasarkan harga, kekuatan, dan tampilan. Ke depan, aspek lingkungan juga perlu menjadi pertimbangan.

Material daur ulang, bambu, kayu yang berasal dari sumber yang bertanggung jawab, serta berbagai material berbasis limbah mulai mendapatkan perhatian dalam arsitektur modern Indonesia. Bahkan, berbagai inovasi telah mengembangkan material dari sekam padi dan serat sabut kelapa.

Menariknya, penggunaan material lokal juga dapat memberikan karakter tersendiri pada bangunan. Rumah atau bangunan tidak harus terlihat seragam seperti bangunan modern pada umumnya. Justru material lokal dapat menjadi identitas arsitektur yang sesuai dengan budaya dan kondisi lingkungan setempat.

Air dan Limbah Jangan Dilupakan

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4