Jandris_Sky
Jandris_Sky Mahasiswa

Kompasianer Terpopuler 2024 - 2025 Kompasiana Award Pelestari 2025

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Arsitektur Berkelanjutan Bukan Sekadar Tren, tetapi Kebutuhan Masa Depan

4 September 2026   10:56 Diperbarui: 4 September 2026   10:56 94 3 0

Arsitektur berkelanjutan juga berbicara tentang air. Air hujan misalnya, tidak harus langsung dialirkan seluruhnya ke saluran pembuangan. Dengan sistem yang tepat, sebagian air hujan dapat ditampung dan dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan tertentu.

Pengelolaan limbah juga penting. Bangunan sebaiknya dirancang agar menghasilkan limbah sesedikit mungkin selama proses pembangunan maupun ketika digunakan.

Jadi, konsep berkelanjutan bukan hanya tentang bagaimana bangunan dibangun, tetapi juga bagaimana bangunan tersebut digunakan dan dirawat sepanjang siklus hidupnya.

Tidak Harus Mahal dan Mewah

Ada anggapan bahwa arsitektur berkelanjutan hanya cocok untuk gedung besar atau rumah mewah. Padahal, prinsipnya bisa diterapkan dalam skala sederhana.

Rumah kecil pun bisa memiliki ventilasi yang baik, memanfaatkan cahaya alami, menggunakan tanaman sebagai bagian dari lanskap, menampung air hujan, dan memilih material yang lebih ramah lingkungan.

Memang, beberapa teknologi hijau membutuhkan investasi awal. Namun, desain yang efisien dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang melalui penghematan energi, air, dan biaya operasional. Kajian terbaru di Indonesia juga menekankan pentingnya strategi konservasi energi dan integrasi energi terbarukan untuk menuju bangunan dengan emisi yang lebih rendah.

Saatnya Membangun dengan Cara yang Lebih Bijak

Arsitektur berkelanjutan pada akhirnya bukan sekadar tren desain. Ini adalah cara berpikir tentang hubungan antara manusia, bangunan, dan lingkungan.

Kita membutuhkan rumah, sekolah, kantor, pasar, dan berbagai fasilitas lainnya. Namun, kebutuhan tersebut seharusnya tidak membuat kita mengabaikan kondisi bumi.

Membangun masa depan bukan berarti harus selalu menggunakan teknologi paling mahal. Terkadang, jawabannya justru sederhana: menggunakan material dengan bijak, menghemat energi dan air, memanfaatkan cahaya serta udara alami, mengurangi limbah, dan menghargai potensi lingkungan sekitar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4