Jandris_Sky
Jandris_Sky Mahasiswa

Kompasianer Terpopuler 2024 - 2025 Kompasiana Award Pelestari 2025

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Di Balik Keindahan Panorama Alam, Ada Pesan untuk Menjaga Lingkungan

5 September 2026   13:40 Diperbarui: 5 September 2026   13:40 175 10 3


Di Balik Keindahan Panorama Alam, Ada Pesan untuk Menjaga Lingkungan

Ada kalanya kita tidak membutuhkan tempat yang mewah untuk mendapatkan ketenangan. Cukup berdiri di sebuah bukit, memandang hamparan sawah yang menghijau, melihat pegunungan dari kejauhan, dan menikmati udara segar yang perlahan memenuhi paru-paru. Pemandangan seperti itu terasa sederhana, tetapi justru mampu membuat pikiran menjadi lebih tenang.

Panorama keindahan pemandangan alam di Bukit Datar Gandul. (Sumber foto: Jandris_Sky)
Panorama keindahan pemandangan alam di Bukit Datar Gandul. (Sumber foto: Jandris_Sky)

Salah satu tempat yang menawarkan pengalaman tersebut adalah Bukit Datar Gandul, yang berada di Desa Wisata Sagalaherang, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Tempat ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata dan olahraga paralayang di Kabupaten Ciamis. Dari ketinggian bukit, pengunjung dapat menikmati panorama alam yang luas dan memanjakan mata.

Bukit Datar Gandul, yang berada di Desa Wisata Sagalaherang, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. (Sumber foto: Jandris_Sky)
Bukit Datar Gandul, yang berada di Desa Wisata Sagalaherang, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. (Sumber foto: Jandris_Sky)

Pada pagi hari, suasana di Bukit Datar Gandul terasa begitu istimewa. Kabut yang menyelimuti kawasan sekitar menciptakan pemandangan seperti negeri di atas awan. Hamparan putih yang perlahan bergerak mengikuti hembusan angin memberikan kesan seolah-olah kita sedang berada di tempat yang jauh dari hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari.

Panorama keindahan pemandangan alam di Bukit Datar Gandul. (Sumber foto: Jandris_Sky)
Panorama keindahan pemandangan alam di Bukit Datar Gandul. (Sumber foto: Jandris_Sky)

Ketika matahari mulai meninggi, panorama pun perlahan berubah. Kabut menghilang dan memperlihatkan hamparan hijau persawahan serta pegunungan di kejauhan. Warna hijau tanaman dan pepohonan berpadu dengan birunya langit. Pemandangan seperti ini menjadi salah satu alasan mengapa Bukit Datar Gandul menarik bagi wisatawan maupun para penggemar olahraga paralayang.

Bagi pencinta paralayang, bukit tentu bukan hanya tempat untuk menikmati pemandangan. Kawasan ini juga menjadi tempat melakukan olahraga udara sambil menikmati keindahan alam dari perspektif yang berbeda. Terbang di atas perbukitan dan persawahan tentu memberikan pengalaman yang sulit dilupakan.

Namun, di balik keindahan tersebut, sebenarnya ada pesan penting yang perlu kita renungkan. Semakin indah sebuah destinasi wisata, semakin besar pula tanggung jawab kita untuk menjaganya.

Jangan sampai tempat yang awalnya bersih dan asri perlahan berubah karena banyaknya sampah wisatawan. Botol plastik, bungkus makanan, tisu, dan berbagai jenis sampah lainnya mungkin terlihat sepele jika hanya satu atau dua. Tetapi ketika dibuang oleh banyak pengunjung, jumlahnya bisa menjadi masalah besar.

Menikmati alam seharusnya tidak hanya berarti mengambil foto sebanyak-banyaknya untuk diunggah ke media sosial. Lebih dari itu, kita juga perlu meninggalkan tempat tersebut dalam kondisi yang tetap baik.

Karena itu, mari kita biasakan wisata ramah lingkungan. Saat berkunjung ke Bukit Datar Gandul, bawalah botol minum sendiri jika memungkinkan, kurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan selalu bawa kembali sampah yang kita hasilkan. Gunakan tempat sampah yang tersedia dan jangan membuang sampah sembarangan.

Kita juga perlu menjaga tanaman dan fasilitas yang ada. Jangan memetik bunga, merusak pepohonan, atau menginjak area persawahan hanya demi mendapatkan foto yang bagus. Keindahan alam tidak harus dirusak untuk menghasilkan sebuah foto.

Prinsip sederhananya adalah datang untuk menikmati, pulang tanpa meninggalkan sampah dan kerusakan.

Wisata ramah lingkungan juga berarti menghargai masyarakat setempat. Ketika berkunjung, kita dapat membeli makanan atau produk lokal, menggunakan jasa masyarakat sekitar, serta menjaga sopan santun. Dengan begitu, kegiatan wisata tidak hanya memberikan pengalaman bagi pengunjung, tetapi juga memberikan manfaat bagi warga setempat.

Keberadaan destinasi wisata seperti Bukit Datar Gandul tentu menjadi peluang untuk mengembangkan perekonomian masyarakat. Usaha kuliner, penginapan, jasa pemandu, hingga berbagai produk lokal dapat berkembang seiring meningkatnya kunjungan wisatawan. Namun, pertumbuhan tersebut akan lebih baik jika berjalan seimbang dengan upaya menjaga lingkungan.

Wisatawan pun memiliki peran penting. Tidak perlu melakukan hal besar untuk ikut menjaga alam. Memungut satu sampah yang terlihat, mengurangi penggunaan plastik, tidak merusak tanaman, dan mengingatkan teman agar menjaga kebersihan merupakan langkah kecil yang sangat berarti.

Mari kita jadikan Bukit Datar Gandul sebagai contoh destinasi wisata yang indah sekaligus ramah lingkungan. Jangan hanya datang sebagai wisatawan yang menikmati pemandangan, tetapi juga menjadi bagian dari orang-orang yang ikut menjaga keindahannya.

Sebab, panorama alam yang kita nikmati hari ini bukan hanya milik kita. Keindahan tersebut juga merupakan warisan yang nantinya akan dinikmati oleh generasi berikutnya.

Jadi, ketika berkunjung ke Bukit Datar Gandul, jangan hanya bertanya, "Foto bagusnya di mana?" Sesekali tanyakan juga kepada diri sendiri, "Apa yang bisa saya lakukan agar tempat seindah ini tetap terjaga?"

Mari berwisata dengan lebih bijak. Nikmati alamnya, hormati masyarakatnya, kurangi sampahnya, dan jaga kelestariannya.

Karena wisata yang paling indah bukan hanya tentang tempat yang kita kunjungi, tetapi juga tentang bagaimana kita memperlakukannya.

Ayo wisata ramah lingkungan! Datang membawa cerita indah, pulang membawa kenangan, dan jangan tinggalkan sampah maupun kerusakan.

Referensi: Sumber Akun YouTube Jandris_Sky

https://youtube.com/@jejakhijau73?si=qa2BTK0ugGACD8AO

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3