Kangkung termasuk sayuran yang relatif mudah dibudidayakan. Kita bisa memulainya dari benih kangkung darat yang tersedia di toko pertanian.
Pertama, siapkan wadah tanam yang memiliki lubang drainase agar kelebihan air dapat keluar. Isi dengan campuran tanah gembur dan kompos matang.
Jika menggunakan wadah bekas, pastikan kondisinya bersih dan aman untuk menanam sayuran.
Kedua, taburkan benih kangkung ke media tanam dengan jarak yang cukup. Tutup tipis menggunakan tanah, kemudian siram perlahan agar media tetap lembap, tetapi tidak becek.
Ketiga, letakkan wadah di tempat yang mendapatkan sinar matahari cukup. Lakukan penyiraman secara rutin, terutama ketika cuaca panas. Jangan lupa memperhatikan pertumbuhan tanaman dan membersihkan gulma yang muncul.
Setelah beberapa hari, benih biasanya mulai berkecambah. Perlahan-lahan, daun hijau akan bermunculan. Rasanya menyenangkan melihat benih kecil yang kita tanam sendiri tumbuh menjadi tanaman yang siap dipanen.
Dalam kondisi yang sesuai, kangkung dapat dipanen sekitar 25--35 hari setelah tanam, tergantung varietas dan cara perawatannya.
Hemat Biaya, Panen Sayuran Sendiri
Salah satu keuntungan menanam kangkung adalah biaya awalnya relatif terjangkau. Kita tidak harus membeli peralatan mahal. Wadah yang tersedia di rumah dapat digunakan kembali, sedangkan kompos bisa berasal dari pengolahan sampah organik rumah tangga yang sudah matang.
Pengeluaran untuk membeli sayuran pun berpotensi berkurang, meskipun besar penghematannya bergantung pada jumlah tanaman, hasil panen, dan kebutuhan keluarga.
Selain itu, kita dapat menanam secara bertahap. Misalnya, setiap minggu menyiapkan beberapa wadah baru. Dengan cara ini, panen tidak harus dilakukan sekaligus sehingga persediaan kangkung lebih teratur.