Jandris_Sky
Jandris_Sky Mahasiswa

Kompasianer Terpopuler 2024 - 2025 Kompasiana Award Pelestari 2025

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Tidak Usah Beli di Pasar! Tanam Saja di Pekarangan Rumah

13 Oktober 2026   11:00 Diperbarui: 13 Oktober 2026   11:00 363 16 4


Tidak Usah Beli di Pasar! Tanam Saja di Pekarangan Rumah

Pernah terpikir tidak, kalau sayuran yang setiap hari kita beli di pasar sebenarnya bisa ditanam sendiri di pekarangan rumah? 

Salah satunya adalah kangkung. Sayuran hijau yang satu ini mudah ditemukan, harganya relatif terjangkau, dan bisa diolah menjadi berbagai menu makanan lezat. Namun, daripada terus-menerus membeli, mengapa tidak mencoba menanamnya sendiri?

Bagi saya, menanam kangkung di rumah bukan sekadar kegiatan mengisi waktu luang. Lebih dari itu, ada semangat ketahanan pangan keluarga yang bisa dimulai dari halaman kecil di sekitar tempat tinggal kita.

Berawal dari Pekarangan Sederhana

Bayangkan suatu pagi kita ingin memasak tumis kangkung untuk sarapan. Biasanya, kita harus pergi ke pasar atau warung sayur terlebih dahulu. Meskipun harganya tidak terlalu mahal, tetap saja ada pengeluaran yang harus disiapkan.

Sekarang, bayangkan jika di sudut pekarangan rumah sudah tersedia beberapa pot atau wadah bekas yang ditanami kangkung. Kita tinggal mengambil secukupnya untuk dimasak. Praktis, bukan?

Tidak perlu memiliki kebun luas untuk memulainya. Halaman sempit, teras rumah, bahkan sudut dekat dapur bisa dimanfaatkan. Dengan sedikit kreativitas, ember bekas, baskom yang tidak terpakai, atau pot sederhana dapat menjadi tempat tumbuhnya sayuran hijau.

Inilah salah satu bentuk pemanfaatan ruang yang sering kita abaikan. Pekarangan yang tadinya kosong bisa berubah menjadi kebun pangan mini yang produktif.

Menanam Kangkung Itu Mudah

Kangkung termasuk sayuran yang relatif mudah dibudidayakan. Kita bisa memulainya dari benih kangkung darat yang tersedia di toko pertanian.

Pertama, siapkan wadah tanam yang memiliki lubang drainase agar kelebihan air dapat keluar. Isi dengan campuran tanah gembur dan kompos matang. 

Jika menggunakan wadah bekas, pastikan kondisinya bersih dan aman untuk menanam sayuran.

Kedua, taburkan benih kangkung ke media tanam dengan jarak yang cukup. Tutup tipis menggunakan tanah, kemudian siram perlahan agar media tetap lembap, tetapi tidak becek.

Ketiga, letakkan wadah di tempat yang mendapatkan sinar matahari cukup. Lakukan penyiraman secara rutin, terutama ketika cuaca panas. Jangan lupa memperhatikan pertumbuhan tanaman dan membersihkan gulma yang muncul.

Setelah beberapa hari, benih biasanya mulai berkecambah. Perlahan-lahan, daun hijau akan bermunculan. Rasanya menyenangkan melihat benih kecil yang kita tanam sendiri tumbuh menjadi tanaman yang siap dipanen.

Dalam kondisi yang sesuai, kangkung dapat dipanen sekitar 25--35 hari setelah tanam, tergantung varietas dan cara perawatannya.

Hemat Biaya, Panen Sayuran Sendiri

Salah satu keuntungan menanam kangkung adalah biaya awalnya relatif terjangkau. Kita tidak harus membeli peralatan mahal. Wadah yang tersedia di rumah dapat digunakan kembali, sedangkan kompos bisa berasal dari pengolahan sampah organik rumah tangga yang sudah matang.

Pengeluaran untuk membeli sayuran pun berpotensi berkurang, meskipun besar penghematannya bergantung pada jumlah tanaman, hasil panen, dan kebutuhan keluarga.

Selain itu, kita dapat menanam secara bertahap. Misalnya, setiap minggu menyiapkan beberapa wadah baru. Dengan cara ini, panen tidak harus dilakukan sekaligus sehingga persediaan kangkung lebih teratur.

Kita juga bisa mengajak anak-anak terlibat dalam kegiatan berkebun. Mereka belajar mengenal tanaman, memahami proses pertumbuhan, dan menghargai makanan yang tersaji di meja makan.

Bukankah pengalaman seperti ini sangat berharga?

Ketahanan Pangan Dimulai dari Rumah

Ketahanan pangan tidak selalu harus dimulai dari lahan pertanian yang luas. Langkah sederhana seperti menanam kangkung di pekarangan juga dapat menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Memang, kita tidak mungkin memenuhi seluruh kebutuhan sayuran hanya dari beberapa pot. Namun, setidaknya ada sayuran segar yang bisa dipanen sendiri ketika waktunya tiba.

Kegiatan ini juga mengajarkan kita untuk lebih bijak memanfaatkan sumber daya. Wadah bekas dapat digunakan kembali, kompos membantu menyuburkan tanah, dan lahan kosong berubah menjadi ruang produktif.

Bayangkan jika setiap rumah memiliki beberapa pot kangkung, cabai, atau bayam. Sedikit demi sedikit, keluarga dapat memiliki sumber pangan tambahan sekaligus lingkungan rumah yang lebih hijau.

Tentu saja, berkebun membutuhkan kesabaran. Ada kalanya benih tidak tumbuh merata atau tanaman terganggu cuaca. Namun, dari kegagalan kecil itulah kita belajar memperbaiki cara menanam dan merawat tanaman.

Yuk, Mulai Menanam Hari Ini!

Bagi saya, menanam kangkung bukan hanya tentang mendapatkan sayuran gratis. Ini tentang membangun kebiasaan mandiri, menghemat pengeluaran, dan memanfaatkan pekarangan dengan lebih bijaksana.

Tidak perlu menunggu punya tanah luas atau modal besar. Mulailah dari satu wadah, beberapa benih, dan kemauan untuk mencoba.

Jadi, kalau besok ingin memasak tumis kangkung, mengapa tidak mulai merencanakan kebun kecil sendiri?

Tidak usah selalu bergantung pada pasar. Tanam saja di pekarangan rumah! Sebab, ketahanan pangan keluarga bisa dimulai dari langkah sederhana, dari rumah sendiri, dan dari sebutir benih yang kita tanam hari ini.

Referensi: Sumber akun YouTube Jandris_Sky

https://youtube.com/@jejakhijau73?si=wIE8ImYq9-zYRuG2

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4