kaekaha
kaekaha wiraswasta

...penikmat musik, traveling, fotografi, bola, buku cerita, humaniora dan kuliner berkuah kaldu ..... ingin sekali keliling Indonesia!

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Budaya Banjar - Jukung Barenteng

12 Januari 2019   23:30 Diperbarui: 13 Januari 2019   00:41 439 30 22


Jukung Barenteng adalah salah satu produk budaya sungai khas dari masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan, berupa formasi unik yang terbentuk dari rangkaian beberapa jukung (sejenis perahu khas Suku Banjar) yang satu sama lain diikat seutas tali dan ditarik secara bersama-sama atau secara ber-rombongan oleh sebuah kelotok (perahu bermesin tempel) yang berukuran lebih besar. 

Rombongan jukung barenteng yang unik ini bisa kita temukan pada 2 waktu yang berbeda, walaupun masih sama-sama dipagi hari, yaitu 


Jukung Barenteng, Pulang! Ketika dagangan sudah habis (Foto : @kaekaha)
Jukung Barenteng, Pulang! Ketika dagangan sudah habis (Foto : @kaekaha)

pada pagi buta ketika para pedagang sungai terapung datang dari hulu atau kampung-kampung pedalaman untuk berjualan di pasar terapung baik di Pasar Terapung di Muara Kuin, Siring Kota maupun yang di Desa Lok Baintan yang tengah pulang dari berdagang ke kampung masing-masing ke arah hulu dengan di tarik kelotok.

Baca Juga : Menemukan "Pasar Terapung Lok Baintan" dari Jalur Darat

Sedangkan waktu kedua adalah ketika para pedagang sungai terapung ini pulang menuju hulu atau kampung-kampung pedalaman di sepanjang sungai Martapura. Sayangnya, berbeda dengan jam keberangkatan para pedagang menuju pasar terapung yang biasanya "tetap", sehingga biasanya para fotografer dan videografer bisa menunggu aksi mereka untuk mengabadikan aksi jukung barenteng ini dengan peralatan tempur lengkap yang on fire dari atas jembatan gantung yang banyak membentang di atas Sungai Martapura, maka untuk  kepulangan para pedagang menuju hulu relatif lebih susah diprediksi. Selain nggak pasti jam lewatnya, juga nggak pasti jumlah jukung penyusun formasinya. Bahkan terkadang, nggak pasti juga mereka akan pulang bareng atau sendiri-sendiri! He...he...he...

Jukung Barenteng (Foto : @kaekaha)
Jukung Barenteng (Foto : @kaekaha)

 Tapi, jangan kuatir! "Itulah seninya menikmati budaya sungai khas Suku Banjar berjudul Jukung Barenteng", Kata beberapa teman blogger maupun pewarta dari berbagai daerah yang pernah saya temani untuk "membidik" Jukung Barenteng berikut keunikan Pasar Terapung tujuan mereka berdagang dan yang pasti, semuanya akan memberikan sensasi legit yang sama-sama manisnya!

Baca Juga : Asyiknya Menyusuri Rawa-rawa dan Memanen Ikan Segar di Banjarmasin

Membaca animo penikmat keunikan budaya yang begitu besar dan karena seringnya muncul request dari para tamu dari luar daerah, bahkan luar negeri, sekarang jukung barenteng bisa dinikmati dengan cara yang lebih mudah. Sekarang, wisatawan tidak harus pagi-pagi buta nongkrong diatas jembatan untuk mendapatkan spot dengan angle terbaik untuk mengabadikan aksi mereka yang akan lewat dengan waktu yang relatif singkat, karena di setiap event budaya di Banjarmasin atraksi jukung barenteng selalu dihadirkan untuk menghibur para pengunjung. 

Jukung Barenteng meliuk-liuk ( Foto : beritabanjarmasin.com)
Jukung Barenteng meliuk-liuk ( Foto : beritabanjarmasin.com)

Bahkan, dalam event tahunan seperti Festival Pasar Terapung dan Festival Kampung Banjar, atraksi jukung barenteng tidak disajikan secara tradisonal dengan pakem umum kesehariannya, disini peserta jukung barenteng bisa ditampilkan lebih atraktif, seperti jumlah yang lebih banyak sehingga akan membentuk rangkaian yang lebih panjang, atraksi meliuk-liuk seperti rangkaian ular dsb.

Penasaran ingin melihat keseruannya!? Yuk jalan-jalan ke Banjarmasin...


Jukung Barenteng (Foto : @kaekaha)
Jukung Barenteng (Foto : @kaekaha)

Artikel Lainnya :

Minggu Pagi di Pasar Terapung, Siring Tendean, Banjarmasin

Membangun Ruang Publik Berbasis (Budaya) Sungai ala Kota Banjarmasin

Jembatan Gantung Tandipah, Mengantarku Pulang dari Pasar Terapung Lok Baintan


Berita Bahagia dari #PasarRakyat