Kisah PNS Asyik Bertani Di Sebuah Kebun Mini Miliknya, KS Garden Kuansing Namanya. (Kebun Buah Yang Disinari Matahari, Sayuran Yang Berwarna Cerah, Mimpi Yang Dipanen, Keranjang Berlimpah, Usaha Yang Membuahkan Hasil, Akar Yang Bersemangat, Panen Manis, Dari Ladang Ke Meja Makan😅)

Potret Kehidupan Episode 74
Tentang Kegagalan
Episode ke-74 ini, adalah periode setelah menikah hingga menjelang usia KS 42th. Ini adalah bagian cerita kehidupanku yang paling panjang dan juga menjadi bagian yang paling menyedihkan dan amat teramat membekas.Â
Aku tahu, besok lusa catatan-catatanku ini akan dilihat anak-anak. Ada banyak foto-foto, dokumen, termasuk catatan-catatan dari KS. Aku berusaha menyimpannya. Agar ada bukti nyata entah itu tentang berjuang, tentang kesabaran, tentang keteguhan hati, tentang kegagalan, tentang rasa sakit, tentang rasa sadar dan lain-lain. Tentang hujan dan pelangi jugak. Aku kumpulkan ini, __hingga tidak ada yang tercecer.
Tak peduli, seberapa banyak kegagalan yang pernah kualami bersamanya. Kupilih dia yang cukup dewasa untuk mengarahkanku. Yang dewasa dalam memahami sikapku. Yang bisa menerima segala kekuranganku. Yang bisa menikmati segala kekonyolanku, hehe. Dan nampaknya, emang hanya dia yang mampu mengalah dalam setiap amarahku. Perihal cinta....? Bagiku, bukan lagi tentang siapa yang menarik. Tapi tentang siapa yang bisa menerima aku dengan baik. Mencintainya, aku harus rela berbagi waktu. Pun sebaliknya. Diriku dengan sibukku. Dirinya dengan dunianya,... tapi bisa semua kuintip isinya. Ku temukan air mata dan senyuman dalam satu kaca. Jika puisiku hilang. Dia temukan aku dalam suara hening yang bisa ia dengar.
Tak peduli, sudah berapa banyak rasa sakit yang sudah ku alami. Rasa sakit dari omongan orang lain..., rasa sakit dari beban..., rasa sakit dari perasaan yang tidak karuan. Lantas, bagaimana kabar KS sekarang? Apakah rasa sakit sebelumnya masih meninggalkan bekas? Apakah KS sekarang baik-baik saja?
Oh. Aku bersyukur, rasa sakit sebelumnya ternyata membuat aku dengannya malah makin tangguh. Pun, jika rasa sakit sebelumnya justru membuat aku trauma, __aku hanya perlu memeluk diri sendiri. Memaafkan banyak hal, membiarkan yang sudah terjadi. Hari ini hari aku yang baru, aku adalah orang yang lebih menakjubkan daripada sebelumnya. Aku adalah pribadi yang lebih hebat daripada diriku di masa lalu.Â
Ha, tolong dicatat kepoers.
Inginku ini saja, menua di bumi, bersinar seperti matahari, dan menjadi manusia bijak yang tidak berpindah dari jalan kebenaran. He-he-he. Orang bijak, ____tidak pernah jenuh untuk berbuat kebenaran sekalipun hidupnya terhimpit oleh dunia. Â Dan ndak tahu kenapa. Aku ingin sekali......, seperti matahari. Yang panasnya memberikan energi luar biasa untuk bumi. Akupun juga ingin....., seperti bumi. Yang tidak pernah marah pada makhluk. Yang mampu menahan penderitaannya, apapun yang dilakukan makhluk terhadap bumi, dia selalu saja mampu menahannya.Â
Kepoers,
Aku ingin sekali punya hati seperti milik nabi. Yang tidak pernah membenci walau sedebu. Yang tidak pernah berprasangka buruk walau setetes. Saat aku sudah melakukan yang terbaik dan tetap gagal, apalagi yang harus aku lakukan? Berapa kali aku harus mencoba hingga tahu bahwa aku telah tiba pada batas akhirnya? 2x, 5x, 10x, atau berpuluh-puluh kali hingga aku tak dapat menghitungnya lagi? Berapa kali aku harus menerima kenyataan, untuk tahu bahwa aku memang tidak berbakat, sesuatu itu bukan jalan hidup aku, lantas melangkah mundur?Â
Owh. Aku sekarang tahu jawabannya. Disini, di kampung yang sibuk mengejar dan dikejar pengakuan diri, tokoh-tokoh baru tumbuh seperti jamur di musim hujan. Disini, di kampung tempat harapan ribuan pendatang berlabuh, mengejar mimpinya. Lampu-lampu gemerlap, jalan-jalan luas, kawasan hijau yang semakin habis, orang-orang mengejar mimpi. Terimakasih..., __atas pelajaran tentang kegagalan.Â
Aku juga tahu sekarang, pertanyaan terpentingnya bukan berapa kali kita gagal, melainkan berapa kali kita bangkit lagi, lagi, dan lagi setelah gagal tersebut. Jika kita gagal 1000x, maka pastikan kita bangkit 1001x. Karena aku tahu itu sejak lama, besok lusa, dengan hati seindah itu, aku akan bisa melakukan hal-hal hebat. Dengan hati sekuat itu, aku akan bisa melihat dunia. Dengan hati yang seteguh karang ini, aku bisa pergi ke tempat-tempat menakjubkan. Dan kemudian..., aku ingin membuat sendiri tempat-tempat menakjubkan itu. Akulah pemilik tempat menakjubkan itu.Â
Apa kata mereka... ? "Bangun bos, tidurmu terlalu miring!". Dikiranya, "awak ni apalah kan...? Roti gaben nya...., celup kat air ancooor." Rupanya banyak yang senang kalo kita tuh gagal ha-ha-ha.
Ohiya gaees. Hidup ga perlu serius-serius kali. Gagal sekali , coba lagi. Ini ada video ilustrasi aku kemarin yang baru saja tiba dari kantor dan dari rumah. Aku sangat berharap meskipun panas terik, tak ada waktu untuk mengeluh. Iyaaa, mengeluh bukan sifatku. Aku bukanlah orang yang membuang-buang energi memikirkan apa yang terjadi di masa lalu..., dan aku bukanlah orang yang panikan memikirkan apa yang mungkin terjadi pada esok hari. Selooow. Tapi pasti. Aku tidak boleh menyia-nyiakan energi seperti ini. Mimpi akan jadi kenyataan jika aku tetap punya keberanian. Itulah kenapa aku tetap fokus pada hal-hal yang bisa aku kontrol. Selebihnya, __bukan urusanku.
FYI, aku yang berdiri di detik ini, adalah dipertemuan dua entitas; masa lalu yang bertahan selamanya, dan masa depan yang akan terus berjalan sampai akhir waktu. Namun aku tidak bisa hidup di dalam kedua entitas itu, meski cuma sepersekian detik.
Dan aku sadar..., bahwa aku hidup di masa kini. Masa lalu adalah sumber daya yang bisa aku gunakan, bukan hantu yang terus mengikuti. Adalah benar, __tidak semua masalah memiliki solusi total. Terkadang terlihat memang tidak seperti yang kita inginkan, tapi yang pasti..., __pasak kotak tidak cocok untuk lubang bulat.
Penyair dan Novelis Skotlandia Robert Lewis Stevenson mengungkapkan ide-ide ini dengan sangat puitis. Katanya; "Siapapun bisa kuq membawa beban, seberapapun beratnya, sampai malam. Siapapun biisa melakukan pekerjaannya, seberapapun sulitnya, selama satu hari. Siapapun juga bisa hidup dengan manis, sabar, penuh cinta, dan begitu murni sampai matahari terbenam. Inilah arti hidup sebenarnya."
Pengalaman Pribadi;
Perihal episode kegagalan, aku akan cerita lebih banyak di periode ini. Inilah proses yang terdiri atas banyak hal kecil, kadang selama beberapa waktu. Beberapa waktu yang lalu, pasca covid, bisnis aku sedang sulit. Tapi ada beberapa para pengikut aku tuh begitu hebat dalam membantu melewatkan masa sulit tersebut, dan mereka berasal dari berbagai suku, ada orang sunda, orang jawa, dan orang lampung. Kadang orang Minang, kadang orang sini. Tapi biasanya orang sini hanya tabrak-tabrak masuk, haaha keluar masuk keluar masuk, terus keluar selamanya. Kadang yo aku agak keras dan dengan sengaja bawel dengan membuat orang yang tak aku suka hasil pekerjaannya mundur dengan teratur. Bukan akulah yang keluarkan, hanya saja tak kan ku biarkan orang banyak cincooong di area kekuasaanku. Ha, karajo nak seketek, pitih nak banyak, sudahlah otah se nan gadang, paruik nak kanyang haha. Yang ga mampu bersaing silakan pamit. Namun..., bukan berarti tak sedikit pula yang ku hantarkan karyawanku menjadi pengusaha. Fakta membuktikan, silakan cek di lapangan. Rerata mereka yang mao ngikut apa kataku dulu, mereka lah yang berhasil sekarang. Mereka yang orang kepercayaanku dulu, sekarang sudah sukses memiliki usaha sendiri setelah berkeluarga. Senang..., hatiku melihatnya.
Banyak ragam manusia yang kuhadapi semenjak membawa orang-orang yang datang dan pergi silih berganti bekerja padaku. Aku sih diawal emang yang ngikutin dendang nya orang, klo misalnya akan ada cela untuk memanfaatkan aku, aku cut. Aku tu datang bukan cuma lihat-lihat doang dan bikin konten, gaess. Mencek-cek pribadi orang dan akan ku bawa mereka terbang bercerita sambil berkerja. Kalo misalnya dia yang enggak mao belajar, ya aku kasih tau. Dia yang enggak mao kerja keras, tapi mao nya enak aja, tentu aku minta maaf...., meski hanya sekedar untuk mengatakan bahwa ini bukan panti sosial. Ini bisnis. Aku sedang membangun kembali pundi-pundi ekonomiku. Sehingga aku pastikan, tidak ada yang berpura-pura baik padaku. Hidup ini keras geng, yang lunak itu tetap bakwan dan salalauak.
Bukan tak banyak yang pernah bekerja padaku. Bukan tak sulit aku mencari pekerja. Ditengah sulitnya cipta lapangan kerja, aku justru berkali-kali kesulitan mencari pekerja dibidang usaha yang berbeda. Akhirnya aku selalu mendatangkan pekerja dari luar. Bukan tak banyak yang nganggur disini. Banyaaak. Tapi nampaknya, orang sini ga tertarik sama dunia pertanian. Ga tau kenapa. Gengsi kali yaa. Masa nguli? Ya kan? Banyak yang enggak mao belajar, dan enggak mao kerja keras. Pengennya ya langsung berhasil. Enggak mao berproses, dan enggak mao bertemu gagal. Biar ekonomi sulit, yang penting gaya elit. Eh.., ga bahaya taa?.
Aku rasa, aku sudah mencoba membangun kedekatan sejati itu selama bertahun-tahun. Aku juga belajar memahami perbedaan diantara banyak orang. Aku memang menemukan perbedaan itu. Tapi, aku tidak mengabaikannya dan belajar melihat dari luar perbedaan itu sendiri. Kadang-kadang yah, kelihatannya seperti di negeri dongeng. Wekekeh. Tapi sebenarnya, inilah ruang luar kantor yang tanpa harus meniti karir di negara yang tidak disibukkan dengan perang atau debat kusir.
Berbicara Tentang Kegagalan,
Bagiku, gagal dan berbuat salah bukanlah suatu perkara besar. Karena pada dasarnya manusia itu hidup. Daripada menghukum diri sendiri, sebaiknya aku justru merangkul diri sendiri. Iyaa, toh aku didorong menjadi baik terhadap diri sendiri terlebih dahulu dan kemudian merefleksikan bagaimana sebaiknya aku memperlakukan kehidupan. Dan pada akhirnya, aku selalu menemukan inspirasi dan semangat baru dari kisah mereka yang begitu itu padaku. Ada yang hangat dan ceria, ada juga yang banyak cincong. Yang kadang-kadang..., mereka pulak yang hendak membodoh-bodohi aku. Manalah aku mao, ya kan? Nampaknya ajah ni yang bisa dikilik-kilik. Pokoknya, yang ga mampu bersaing silakan pamit. Tiada kan hebat tanpa ada tim kerja yang hebat. Apapun ceritanya, minum kita tetapTeh Botol Sosro.
Perihal Kegagalan, "boleh ku pinjam badan dan hati kalian sebentar saja?". Lalu kalian tentu juga akan mengatakan, " Ini, sungguh berat !". Ga mudah sayang..., cipta lapangan kerja tuh. Apa yang kita pikir bisa, pasti bisa!Gagal itu biasa, terus berusaha meski pernah gagal...., __itu baruuu...luar Biasa.
Kata dia, "Kegagalan itu adalah kesempatan untuk tumbuh!"
Dia benar sekalee. Aku yang pergi dengan kekanakan, pulang wajib membawa kedewasaan. Ternyata makin dewasa itu makin sadar, ya. Bahwa kegagalan adalah proses yang harus dilalui, untuk mencapai apa yang dicita-citakan. Kegagalan bukan berarti kita harus menyerah. Tapi dari kegagalan, kita harus banyak belajar. Kegagalan adalah kesempatan untuk tumbuh.
Haaiii, apa kabar kalian hari ini?
Semoga selalu baik dan akan selalu baik, ya.
Buat kalian yang mungkin saat ini merenungi tentang kegagalan; "belajarlah lebih banyak lagi dari kegagalan. Sebelum kalian mulai maju lagi!".
Ngomongin tentang kegagalan, kita semua pasti pernah merasakan yang namanya gagal. Kita semua pasti pernah merasakan, saat apa yang kita impikan itu ternyata tidak tercapai. Apa yang sudah kita perjuangkan mati-matian, terkadang tidak terwujud. Kita...., bukan satu-satunya orang yang pernah gagal kuq. Akan selalu ada masa dimana kita merasa bingung banget dalam hidup. Kayak ini tu jalannya harus apa sih? Sebenernya kita harus bagaimana? Mencoba ini gagal, coba ini gagal, coba itu gagal. Kayaknya semua yang kita lakukan itu, mengarahnya pada kegagalan. Akhirnya, kita tuh berpikir bahwa hidup kitalah yang paling berantakan.Â
Pernah nggak kamu mikir kayak gitu juga?
Saat kamu tuh mengalami yang namanya kegagalan, ini fase penting dalam hidup kamu. Aku juga sering berpikir, apa iya hidup yang diperjuangkan akan gini-gini aja? Apa iyaa? Yang selama ini aku perjuangkan tidak aku dapatin? Lalu, aku harus begimana? Saat pikiran-pikiran tentang kegagalan itu terus bermunculan, dalam hati aku berbisik! "Ternyata jadi dewasa itu berat, yaah?".
Tentang impian yang direncanakan dari kecil...., terkadang tidak bisa ja terwujud. Kemudian akhirnya kita mencoba memahami dan terus meyakinkan diri; " bahwa semuanya itu akan baik-baik aja. Kamu pernah denger nggak sih? Satu kata bijak seperti ini; "kamu akan gagal...., ketika kamu berhenti mencoba." Coba deh sama-sama kita renungin!
Kata yang tidak mengizinkan aku untuk tidak berhenti; "rasanya di dalam hati emang udah ingin berhenti ya. Tapi kalo dipikir lagi, apa iya aku harus berhenti sekarang? Udah sejauh ini aku berusaha, udah sejauh ini aku melangkah. Tapi memang kalo dipikir lagi..., apa iya aku akan berhenti? Atau apakah aku harus tetap berusaha? Kayak bertahan sakit, tapi menyerah itu bukan pilihan. Ingat, kita itu bukan satu-satunya orang yang gagal."
"Orang-orang yang besar..., yang sekarang udah punya nama, udah sukses dimana-mana, pasti juga pernah gagal. Karena kehidupan ini memang tentang berproses. Dan tidak semua proses orang itu enak. Kalo kita tidak mao berproses, kita benci yang namanya kegagalan. Pastinya kita akan takut untuk melangkah. Belum mencoba udah berpikir gimana yah nanti kalau gagal". He-he-he.Â
Padahal saat kita mencoba, belum tentu lho kita akan gagal. Bisa jadi ternyata, yang kita takutkan itu yang nggak terjadi. Ternyata membawa kita pada keberhasilan. Seorang bijak mengatakan; "jika kita berhenti, semuanya usai. U S A I". Saat menemui kegagalan, sebenarnya hidup tidak sedang menjaga jari kita itu untuk berhenti. Tapi dunia ingin tahu, seberapa keras...., __kita memperjuangkan impian kita. Mari belajar..., untuk menerima setiap kegagalan sebagai pembelajaran dalam hidup. Jangan benci yang namanya kegagalan!
Aku juga sering gagal berkali-kali. Tapi kalau aku berhenti waktu itu..., aku nggak mungkin ada di titik sekarang. Dan sekarang, aku berterima kasih pada kegagalan. Yang dirubah itu bukan tujuannya, sayang! Tapi strateginya. Kegagalan akan mengajarkan kita, bagaimana kita mengambil keputusan selanjutnya. Agar tidak terjadi kegagalan laagee. Setiap kegagalan itu, punya hikmahnya sendiri-sendiri. Tinggal kita aajah, gimana pintarnya kita buat ngambil yang namanya hikmah dari sebuah kegagalan.
Pernah nggak sih? Kamu tu punya rencana a, tapi ternyata nggak juga terwujud. Kemudian selang beberapa waktu, kita malah bersyukur karena kita pernah gagal rencana a itu. Karena rencana kita itu nggak berhasil, ternyata Tuhan itu baik banget, yaa. Tuhan nggak ngasih apa yang kita impikan ke kita itu, karena Tuhan itu maha tahu. Ini tu nggak baik buat kita. Makanya, Tuhan membuat kita gagal. Dia itu, nggak baik bekerja pada kita. Makanya, Tuhan membuat dia pergi dengan sendirinya. Dia itu, enggak baik untuk jadi teman dekat kita. Makanya, Tuhan membuat dia tunjukkan ketidakbaikannya pada kita. Usaha itu, tidak baik untuk kita. Makanya, Tuhan membuat usaha kita itu gagal. Dan Tuhan memberikan yang jaauhh lebih baik. Yang lebih dan lebih, lebih dari apa yang telah kita lakukan.
Tuhan memberikan apa yang lebih dari yang sebenarnya kita mao, gitu. Jadi tidak semua kegagalan itu, adalah hal yang menyedihkan. Tergantung bagaimana kita memandangnya dan pintar-pintarnya kita mengambil hikmahnya. Kita itu sebagai manusia biasa ya, enggak pernah tahu lho..., apa yang terbaik untuk kita. Dan Tuhan lah yang lebih tahu yang terbaik untuk kita. Jangan pernah takut menjalani hidup dan menerima kegagalan. Gagal bukanlah final.
Kalo ada teman yang bilang..., kok hidup kamu gitu-gitu aja sih? Ya uudaah. Enggak usah dimasukkan hati. Ya kan? Kalo ada orang yang bilang..., kok kamu tanam cabe enggak bisa beli apa-apa sih? Dapat apa kamu dari tanam ini tanam itu? Ya jawab aja. Dapat senang. Dan bahagia. Enggak usah didengerin. Kita lho yang berproses. Dan kita sendiri yang tahu, bagaimana kita tuh sudah berjuang sejauh ini. Bagaimana kita tuh sudah berjuang sekeras ini. Fokus aajaa, sama diri sendiri. Menyerah itu, __bukan pilihan. Ga ada sakit-sakit hati sama omongan orang. Sakarepnya lah.
Gagal, bukan berarti kalah. Karena dengan kegagalan kamu sedang bertumbuh. Â Kamu tahu kan? Saat dahan pohon...., itu rantingnya di potong..., atau ada bagian yang dipotong, asal akarnya kuat ia akan tumbuh kembali, bersemi kembali. Dan itu jauh lebih bagus. Lebih indah dan lebih segar. Begitu juga dengan kamu.
Jangan sampai kegagalan yang satu ini nih, itu bikin kita jadi enggak mao berusaha lagi. Membuat kita, enggak mao berjuang lagi. Menghapus semua impian yang udah kita tumbuhkan. Jangan, ya! Kegagalan hari ini bukan berarti kamu gagal untuk selamanya. Kamu dan aku bisa bertahan sejauh ini sudah menunjukkan bahwa kita itu hebat. Kamu hebat. Aku hebat. Dan kita semua hebat. Jadi jangan sedih ya, mari bertumbuh bersama untuk meraih kesuksesan bersama yang jauh lebih besar.
Kegagalan saat ini bukan menunjukkan bahwa kamu akan melakukan segalanya itu, __akan terus gagal. Enggak..., enggak sayang! Ini hanya tahap awal. Untuk membantu kita jadi manusia yang lebih baik lagi. Terima aja kegagalan sekarang. Dan cari hikmahnya. Kemudian mulai lagi, dengan kamu yang lebih baru. Dengan pengalaman yang udah kamu miliki.
Salam semangat....!
Nanam padi tumbuhnya ilalang, jangan lupa makan siang...... kepoers sayaang.
#KSStory#KSMotivasi#KSGarden
#Reels#Fyp#Vod