Kisah PNS Asyik Bertani Di Sebuah Kebun Mini Miliknya, KS Garden Kuansing Namanya. (Kebun Buah Yang Disinari Matahari, Sayuran Yang Berwarna Cerah, Mimpi Yang Dipanen, Keranjang Berlimpah, Usaha Yang Membuahkan Hasil, Akar Yang Bersemangat, Panen Manis, Dari Ladang Ke Meja Makan😅)
Aku ingin sekali punya hati seperti milik nabi. Yang tidak pernah membenci walau sedebu. Yang tidak pernah berprasangka buruk walau setetes. Saat aku sudah melakukan yang terbaik dan tetap gagal, apalagi yang harus aku lakukan? Berapa kali aku harus mencoba hingga tahu bahwa aku telah tiba pada batas akhirnya? 2x, 5x, 10x, atau berpuluh-puluh kali hingga aku tak dapat menghitungnya lagi? Berapa kali aku harus menerima kenyataan, untuk tahu bahwa aku memang tidak berbakat, sesuatu itu bukan jalan hidup aku, lantas melangkah mundur?Â
Owh. Aku sekarang tahu jawabannya. Disini, di kampung yang sibuk mengejar dan dikejar pengakuan diri, tokoh-tokoh baru tumbuh seperti jamur di musim hujan. Disini, di kampung tempat harapan ribuan pendatang berlabuh, mengejar mimpinya. Lampu-lampu gemerlap, jalan-jalan luas, kawasan hijau yang semakin habis, orang-orang mengejar mimpi. Terimakasih..., __atas pelajaran tentang kegagalan.Â
Aku juga tahu sekarang, pertanyaan terpentingnya bukan berapa kali kita gagal, melainkan berapa kali kita bangkit lagi, lagi, dan lagi setelah gagal tersebut. Jika kita gagal 1000x, maka pastikan kita bangkit 1001x. Karena aku tahu itu sejak lama, besok lusa, dengan hati seindah itu, aku akan bisa melakukan hal-hal hebat. Dengan hati sekuat itu, aku akan bisa melihat dunia. Dengan hati yang seteguh karang ini, aku bisa pergi ke tempat-tempat menakjubkan. Dan kemudian..., aku ingin membuat sendiri tempat-tempat menakjubkan itu. Akulah pemilik tempat menakjubkan itu.Â
Apa kata mereka... ? "Bangun bos, tidurmu terlalu miring!". Dikiranya, "awak ni apalah kan...? Roti gaben nya...., celup kat air ancooor." Rupanya banyak yang senang kalo kita tuh gagal ha-ha-ha.
Ohiya gaees. Hidup ga perlu serius-serius kali. Gagal sekali , coba lagi. Ini ada video ilustrasi aku kemarin yang baru saja tiba dari kantor dan dari rumah. Aku sangat berharap meskipun panas terik, tak ada waktu untuk mengeluh. Iyaaa, mengeluh bukan sifatku. Aku bukanlah orang yang membuang-buang energi memikirkan apa yang terjadi di masa lalu..., dan aku bukanlah orang yang panikan memikirkan apa yang mungkin terjadi pada esok hari. Selooow. Tapi pasti. Aku tidak boleh menyia-nyiakan energi seperti ini. Mimpi akan jadi kenyataan jika aku tetap punya keberanian. Itulah kenapa aku tetap fokus pada hal-hal yang bisa aku kontrol. Selebihnya, __bukan urusanku.
FYI, aku yang berdiri di detik ini, adalah dipertemuan dua entitas; masa lalu yang bertahan selamanya, dan masa depan yang akan terus berjalan sampai akhir waktu. Namun aku tidak bisa hidup di dalam kedua entitas itu, meski cuma sepersekian detik.
Dan aku sadar..., bahwa aku hidup di masa kini. Masa lalu adalah sumber daya yang bisa aku gunakan, bukan hantu yang terus mengikuti. Adalah benar, __tidak semua masalah memiliki solusi total. Terkadang terlihat memang tidak seperti yang kita inginkan, tapi yang pasti..., __pasak kotak tidak cocok untuk lubang bulat.
Penyair dan Novelis Skotlandia Robert Lewis Stevenson mengungkapkan ide-ide ini dengan sangat puitis. Katanya; "Siapapun bisa kuq membawa beban, seberapapun beratnya, sampai malam. Siapapun biisa melakukan pekerjaannya, seberapapun sulitnya, selama satu hari. Siapapun juga bisa hidup dengan manis, sabar, penuh cinta, dan begitu murni sampai matahari terbenam. Inilah arti hidup sebenarnya."
Pengalaman Pribadi;
Perihal episode kegagalan, aku akan cerita lebih banyak di periode ini. Inilah proses yang terdiri atas banyak hal kecil, kadang selama beberapa waktu. Beberapa waktu yang lalu, pasca covid, bisnis aku sedang sulit. Tapi ada beberapa para pengikut aku tuh begitu hebat dalam membantu melewatkan masa sulit tersebut, dan mereka berasal dari berbagai suku, ada orang sunda, orang jawa, dan orang lampung. Kadang orang Minang, kadang orang sini. Tapi biasanya orang sini hanya tabrak-tabrak masuk, haaha keluar masuk keluar masuk, terus keluar selamanya. Kadang yo aku agak keras dan dengan sengaja bawel dengan membuat orang yang tak aku suka hasil pekerjaannya mundur dengan teratur. Bukan akulah yang keluarkan, hanya saja tak kan ku biarkan orang banyak cincooong di area kekuasaanku. Ha, karajo nak seketek, pitih nak banyak, sudahlah otah se nan gadang, paruik nak kanyang haha. Yang ga mampu bersaing silakan pamit. Namun..., bukan berarti tak sedikit pula yang ku hantarkan karyawanku menjadi pengusaha. Fakta membuktikan, silakan cek di lapangan. Rerata mereka yang mao ngikut apa kataku dulu, mereka lah yang berhasil sekarang. Mereka yang orang kepercayaanku dulu, sekarang sudah sukses memiliki usaha sendiri setelah berkeluarga. Senang..., hatiku melihatnya.
Banyak ragam manusia yang kuhadapi semenjak membawa orang-orang yang datang dan pergi silih berganti bekerja padaku. Aku sih diawal emang yang ngikutin dendang nya orang, klo misalnya akan ada cela untuk memanfaatkan aku, aku cut. Aku tu datang bukan cuma lihat-lihat doang dan bikin konten, gaess. Mencek-cek pribadi orang dan akan ku bawa mereka terbang bercerita sambil berkerja. Kalo misalnya dia yang enggak mao belajar, ya aku kasih tau. Dia yang enggak mao kerja keras, tapi mao nya enak aja, tentu aku minta maaf...., meski hanya sekedar untuk mengatakan bahwa ini bukan panti sosial. Ini bisnis. Aku sedang membangun kembali pundi-pundi ekonomiku. Sehingga aku pastikan, tidak ada yang berpura-pura baik padaku. Hidup ini keras geng, yang lunak itu tetap bakwan dan salalauak.