Kisah PNS Asyik Bertani Di Sebuah Kebun Mini Miliknya, KS Garden Kuansing Namanya. (Kebun Buah Yang Disinari Matahari, Sayuran Yang Berwarna Cerah, Mimpi Yang Dipanen, Keranjang Berlimpah, Usaha Yang Membuahkan Hasil, Akar Yang Bersemangat, Panen Manis, Dari Ladang Ke Meja Makan😅)
Apakah kamu pernah di fase zona ketakutan ini? Keluar dari zona nyaman..., seseorang mungkin akan merasa kurang tenang dan muncul rasa khawatir. Hal ini tentu saja cukup wajar, terlebih karena setelah adanya comfort zone akan muncul zona kehidupan bernama fear zone.
Ga pa-paaa takut..... Bahkan hal tersebut dapat terjadi hanya karena Smart People mulai mempertimbangkan opini orang lain. Pada fase ini, rasa takut akan terjadinya kegagalan juga akan mulai muncul dan membuat Smart People seolah-olah ingin kembali pada zona nyaman lagi. Hanya saja, ketika kembali ke zona nyaman lagi tidak serta merta akan merasa lebih baik, bahkan bisa berakibat buruk. Ciyus.
Pengalaman Pribadi;Â
Ada banyak alasan mengapa melangkah keluar dari zona nyaman adalah suatu keharusan bagi saya. Menghabiskan terlalu banyak waktu di zona nyaman, tentu saja tidak bagi saya. Saya menemukan mengapa saya bisa mendapatkan lebih banyak manfaat dari hidup dengan melangkah sedikit keluar dari zona nyaman karena saya teramat ingin memasuki zona pertumbuhan. Dan untuk sampai ke zona pertumbuhan itu, saya harus melewati zona ketakutan dan zona pembelajaran.Â
Saya sering mendengar pepatah, 'Saya berada di zona nyaman saya ', tetapi apa sebenarnya 'zona nyaman' bagi saya, dan mengapa kita dengan senang hati bertahan di sana meskipun kita tahu itu mungkin bukan tempat terbaik bagi kita?
Nah, untuk memahami apa yang ada di dalam zona nyaman kita, latihan sederhana yang bagus adalah menggambar sebuah lingkaran di selembar kertas. Ini saya dapat ketika saya mengikuti seminar enterpreneurship di usia belia. Hehehe. Segala sesuatu yang saya alami dalam hidup saya saat itu ada di dalam zona nyaman (saya masih dalam lingkaran besar itu). Ha, digambarkannya didepan sebuah lingkaran besar yang ia sebut ini adalah zona nyaman. Lalu ia bertanya, siapa yang ingin keluar dari lingkaran ini? Ga tau kenapa, hanya saya yang tunjuk tangan ketika itu wkwka. Yang lain ternyata tidak bisa secepat saya untuk menentukan sikapnya.Â
Yups. Yang paling sering menghambat seseorang adalah kerangka berpikirnya dan perubahan pola pikir yang dibutuhkan untuk keluar dari rasa nyaman dan menuju pertumbuhan pribadi. Zona nyaman saya ketika itu adalah keadaan perilaku di mana saya beroperasi dalam kondisi netral-kecemasan, menggunakan serangkaian perilaku terbatas untuk memberikan tingkat kinerja yang stabil, biasanya tanpa rasa risiko, ketakutan, atau aspirasi. Segala sesuatu yang saya inginkan dalam hidup, tetapi belum saya miliki saat itu berada di luar lingkaran tersebut. Untuk mendapatkannya, saya mungkin harus melakukan sesuatu yang baru atau berbeda.
Sama seperti kapal yang tidak dirancang untuk berlabuh di pelabuhan yang aman, manusia juga tidak. Saya dirancang untuk mengarungi lautan yang luas, mendorong batas-batas dari apa yang dapat saya capai, membuka potensi laten yang terpendam, dan menemukan bahwa saya memiliki potensi dari dalam diri untuk mencapai tempat-tempat yang bahkan tidak saya ketahui bahwa saya mampu mencapainya. Itulah kenapa, melangkah keluar dari zona nyaman adalah suatu KEHARUSAN, dan berikut alasan saya mengapa.
Saya ingin meraih pertumbuhan pribadi. Pikiran yang sekali meregang, tidak akan pernah kembali ke dimensi aslinya. Tahukah kamu, Smart People? Salah satu dari enam kebutuhan dasar manusia yang harus kita penuhi pada tingkat tertentu adalah pertumbuhan. Satu-satunya perbedaan antara orang yang berprestasi tinggi dan yang lainnya adalah mereka menghabiskan lebih banyak waktu untuk memenuhi kebutuhan ini dengan menghabiskannya di zona pertumbuhan. Salah satu keterampilan yang mereka pelajari untuk dikuasai dalam hidup adalah merasa nyaman dalam situasi yang tidak nyaman dan memiliki tekad untuk berhasil.
Saya ingin menciptakan momentum. Tahukah kamu Smart People? Momentum alami terjadi ketika kita mulai menantang diri sendiri untuk keluar dari zona nyaman. Apa yang tampak seperti keuntungan marjinal yang kecil mulai menumpuk, dan efek penggandaan dari keuntungan kecil di beberapa bidang menciptakan kekuatan dan ritme yang terus berlanjut. Itu tidak bisa dihentikan. Saya tidak ingin berhenti berkarya nyata ini karena saya melihat manfaatnya, perubahannya..., peningkatannya..., perbedaannya, sehingga saya terus ingin maju dan berkembang. Dan secara default, zona nyaman saya juga meluas.
Saya ingin menjadi ninja produktivitas. Bagaimana itu? Dengan meningkatnya tingkat fokus, kepercayaan diri, dan keyakinan, saya dapat mewujudkan sesuatu. Saya menjadi ninja produktivitas, maksudnya tu begini. Saya melakukan hal-hal yang tidak pernah orang bayangkan mungkin terjadi, tapi saya ingin mencapai tujuan yang hanya berupa impian itu. Percaya atau tidak, peningkatan prestasi dan kepercayaan diri dapat menjadi aset yang kuat bagi siapa pun.