Ratna, namamu jatuh di dadaku
Seperti rembulan pecah di malam kelabu
Dulu kau cahaya yang menuntunku pulang
Kini hanya bayang yang diam-diam menyerang
Kutahu luka yang kau sembunyikan
Lebih tajam dari kata perpisahan
Getar suaramu setiap kau bicara
Mengiris pelan, tak pernah reda
Kau setia menunggu waktu berjalan
Hari ke hari dalam kenangan
Mengenang dia yang lebih dulu pergi
Meninggalkan sunyi di hatimu sendiri
Di setiap pesan yang pernah kau tulis
Ada cinta yang tak pernah habis
Tak kau ucapkan, tapi terasa nyata
Mengikutiku ke mana pun melangkah
Namun aku lelah melawan rasa
Raga bertahan, jiwa menyerah
Meski dadaku masih bernafas
Hatiku mati, jiwaku tewas
Aku salah membaca isi hatimu
Saat cinta masih tumbuh di bangku waktu
Kesalahan kecil yang menghancurkan segalanya
Menyisakan sesal sepanjang usia
Kini kupandang rembulan dari jauh
Indah... tapi tak pernah jatuh
Ratna, maafkan hati yang membeku
Tak sanggup memulai, meski masih merindu