Maafkan aku tak pernah hadir
Di antara tawa yang kau ukir
Bukan tak rindu, bukan menghindar
Hanya hatiku belum benar
Lagu - Maaf, Aku Tak Datang ke Reuni, Karya: Khoirul Taqwim
Maafkan aku tak pernah hadir
Di antara tawa yang kau ukir
Bukan tak rindu, bukan menghindar
Hanya hatiku belum benar
Bangku kayu itu masih sama
Menyimpan cerita kita berdua
Namamu tertinggal di sana
Di sudut kelas dan air mata
Bukan karena aku tak cinta
Bukan karena tak ada rasa
Aku hanya takut terluka
Saat mata kita kembali bicara
Kau punya dunia yang berbeda
Aku pun hidup dengan cara
Biarlah kenangan jadi doa
Tak semua rindu harus bersama
Kupilih diam sebagai pelarian
Kupilih jauh demi ketenangan
Sebab jika aku berdiri di sana
Mungkin runtuh semua yang kupendam lama
Reuni hanyalah temu raga
Sedang jiwaku belum siap bersua
Ada luka yang belum selesai
Meski waktu sudah pandai menipu damai
Kukubur rasa dalam lagu
Kuabadikan namamu dalam puisi bisu
Jika kau dengar suaraku suatu waktu
Itulah aku... yang tak mampu bertemu
Bukan karena aku tak cinta
Bukan karena tak ada rasa
Aku hanya menjaga luka
Agar tak berdarah kembali nyata
Kau dengan dunia pilihanmu
Aku dengan jalanku yang baru
Biarlah hidup terus melaju
Tanpa harus kembali ke waktu itu
Bukan karena aku tak cinta
Bukan karena tak ada rasa
Aku hanya takut terluka
Saat mata kita kembali bicara
Kau punya dunia yang berbeda
Aku pun hidup dengan cara
Biarlah kenangan jadi doa
Tak semua rindu harus bersama
Kupilih diam sebagai pelarian
Kupilih jauh demi ketenangan
Sebab jika aku berdiri di sana
Mungkin runtuh semua yang kupendam lama
Reuni hanyalah temu raga
Sedang jiwaku belum siap bersua
Ada luka yang belum selesai
Meski waktu sudah pandai menipu damai
Kukubur rasa dalam lagu
Kuabadikan namamu dalam puisi bisu
Jika kau dengar suaraku suatu waktu
Itulah aku... yang tak mampu bertemu
Bukan karena aku tak cinta
Bukan karena tak ada rasa
Aku hanya menjaga luka
Agar tak berdarah kembali nyata
Kau dengan dunia pilihanmu
Aku dengan jalanku yang baru
Biarlah hidup terus melaju
Tanpa harus kembali ke waktu itu