Di bangku kampus kita pernah duduk bersebelahan
Kau tertawa kecil saat pena ku jatuhkan
Aku diam-diam menyimpan perasaan
Yang tak pernah berani ku ucapkan
Hari itu kau bilang telah bertunangan
Hatiku runtuh tapi ku paksa bertahan
Kupeluk takdir dengan kepasrahan
Belajar ikhlas meski perlahan
Waktu membawa kita ke jalan berbeda
Aku sibuk mengejar cita-cita
Namamu hanya tinggal cerita
Yang kusebut dalam doa tanpa suara
Kini kau ibu dari tiga cahaya
Sedang aku masih disini menjaga rasa
Kita bertemu lagi dalam kabar dan luka
Tapi takdir tak pernah berpihak pada kita
Kudengar kau kini sendiri
Menjalani hari dengan anak-anakmu di sisi
Ingin rasanya kembali seperti dulu lagi
Namun waktu tak bisa kembali
Cinta ini tak pernah benar-benar mati
Hanya belajar diam dan memahami
Bahwa memiliki tak selalu berarti
Harus saling menggenggam hingga nanti
Jika dulu aku lebih berani
Mungkin kisah tak akan begini
Tapi Tuhan punya skenario sendiri
Yang tak selalu kita mengerti
Kini kau ibu dari tiga cahaya
Dan aku hanya bisa mendoakan bahagia
Meski jalan kita tak lagi sama
Namamu tetap kusebut dalam doa
Bukan tak cinta...
Hanya saja...
Kita terlambat lagi...