Hatiku usang, rapuh ditelan zaman
Aku ingin tenggelam di sungai cintamu
Biar hanyut, biar patah, biar remuk
Karena tanpamu, aku sudah mati sebelum mati
Rindu tak berbentuk tapi seberat gunung
Ia duduk di dadaku, tak mau pergi meski kuusir
Setiap detik tanpa dirimu adalah satu abad
Dan aku masih menghitung --- sampai kapan?
Jarak bukan penghalang --- hati punya sayap
Setiap malam aku terbang menuju pelukmu
Setiap sujud kuselipkan namamu dalam doa
Doa menjadi atap yang teduh dan tak pernah bocor
Aku bukan pilihan kedua
Bukan pelabuhan sementara
Jika kau tak bisa memilihku sepenuh hati
Lebih baik aku pergi --- dengan hati utuh meski remuk
Rindu ini seperti luka yang tak pernah sembuh total
Tapi anehnya, bekas itu tak terasa sakit
Dia hanya menjadi pengingat di dinding dada
Bahwa aku pernah benar-benar mencintai --- dan masih
Jika suatu hari kau bahagia tanpaku
Aku tak akan marah --- aku akan tersenyum
Karena bahagiamu adalah bahagiaku
Meskipun artinya aku patah hati terus-menerus
Sungai tak pernah berhenti mengalir
Rindu tak pernah benar-benar pergi
Doa menjadi atap yang melindungi
Aku masih ada --- di ujung sungai yang sama
Masih mencintaimu, masih berharap, masih di sini
Masih ada jalan untuk rindu ini
Sampai sungai ini kering --- atau sampai kamu kembali